Warta

Bagja: "Kuda Hitam" PKB Sebaiknya dari NU

Kamis, 11 Maret 2004 | 10:14 WIB

Jakarta, NU.Online
Meski pencalonan  presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetap mengukuhkan Gus Dur sebagai calon utama, namun kalangan PBNU tetap menghendaki kader dari lingkungan NU  diberi kesempatan maju. "Kalau ada kuda hitam setelah Gus Dur, kami berharap itu datangnya dari sini (PBNU, red). Itu harapan kita semua berdasarkan pertimbangan kemaslahatan umat NU,"harap Ketua PBNU Drs H Ahmad Bagja kepada NU Online di Graha Nahdliyah PBNU Jakarta, Kamis (11/3).

Pernyataan tersebut disampaikan berkatian dengan  rekomendasi "Buntet Cirebon" yang memasukkan nama Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon alternatif, jika Gus Dur berhalangan.

<>

Menurut mantan ketua umum PB PMII tersebut, pilihan terhadap dua tokoh tersebut merupakan pilihan yang tepat. Keduanya memiliki kapabilitas dan acceptabilitas tinggi. Hasyim adalah tokoh organisasi Islam terbesar dan pengaruhnya mulai go-internasional. Sementara Bambang merupakan jenderal yang dikenal cerdas, profesional dan berwatak sipil.

"Kami tidak  menyebut nama siapa yang akan dimajukan  jika calon utama  berhalangan. Yang pasti, dengan memunculkan dua nama di atas, elit partai dan para ulama melihat perlu ada penyelamat. Dari segi pertimbangan kemaslahatan ummat, kami berharap seyogyanya  calon unggulan lain itu datang dari kalangan NU. Kalau menghitung secara politis,  saya tidak mengerti kehendak mereka. Pada prinsipnya, para ulama menghendaki kader dari  dalam yang muncul,"lanjut caleg PKB dari Kuningan Jawa Barat ini.

Sementara itu, adik kandung Gus Dur, Ir Salahudin Wahid menegaskan bahwa Hasyim tetap dapat maju dari PKB jika Gus Dur benar-benar berhalangan. ''Tapi, kalau Gus Dur tetap diterima KPU sebagai capres, tentunya Pak Hasyim tidak mungkin dicalonkan PKB,'' katanya.

Oleh karena itu, Gus Solah  menyarankan Hasyim  tidak muncul sebagai capres dari partai lain. Sebab, lanjutnya, jika Hasyim muncul dari partai lain, bisa menimbulkan masalah di kalangan NU. ''Kalau Pak Hasyim mau maju, akan lebih baik melalui PKB,''tambah anggota Komnas HAM tersebut.

Dalam pertemuan di Cirebon, 30 kiai khos NU telah menyatakan dukungannya kepada Gus Dur sebagai capres PKB. Menyangkut dukungan ini, Gus Solah  menyatakannya sebagai aspirasi arus bawah. Ia menjelaskan, secara kultural, dukungan kalangan Nahdliyin terhadap kakanya  masih kuat. Bahkan, tanpa dinyatakan kiai pun, kalangan Nahdliyin akan memilih presiden RI ke-4 tersebut. (MA)

 


Terkait