Suasana yang cerah menjadikan tradisi penggantian luwur (kain tirai/kelambu) di makam Sunan Kudus (buka luwur) berlangsung meriah. Prosesi yang dimulai sejak tadi malam ini diikuti oleh puluhan ribu pengunjung yang berjubel hingga ke jalan-jalan protokol.
Prosesi diawali dengan pengajian yang pada malam tadi, Sabtu (26/12) malam yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Makam Masjid dan Menara Sunan Kudus (YM3SK) HM.Najib Hassan. Hadir untuk mengisi ceramah pada acara tersebut, KH Sya'roni Ahmadi, seorang ulama sepuh kharismatis di kota santri ini<>.
Selanjutnya, prosesi buka luwur akan dilanjutkan dengan penjamasan (pencucian) benda-benda pusaka peninggalan Sunan Kudus yang berlangsung d tajuk (pendopo makam) pada keesokan harinya, Ahad (27/12).
Puncak acara buka luwur ini adalah pembagian nasi bungkus kepada warga masyarakat. Untuk menerima pembagian ini, masyarakat rela mengantri di sepanjang gang-gang sempit di antara rumah-rumah penduduk di sekitar menara. Pihak panitia telah menyiapkan rute-rute yang menuju ke beberapa pintu pembagian nasi bungkus.
Masyarakat yang masih meyakini adanya berkah dari nasi yang dibagikan, rela mengantri di sepanjang tempat-tempat yang telah di sediakan ini sejak semalam. Masyarakat yang mengantri, bukan hanya datangd ari kawasan kota kudus saja, melainkan juga banyak yang berasal dari wilayah-wilayah di luar kudus, seperti Demak, Jepara, Purwodadi, Pati dan Semarang.
Beberapa generasi tua penduduk pedesaan meyakini nasi bungkus ini memiliki berkah bagi kehidupan mereka. Termasuk juga berkah lahan-lahan pertanian yang mereka garap.
karenanya, kebanyakan para pengantre ini adalah masyarakat dari wilayah-wilayah pedesaan yang masih mempertahankan tradisi keberkahan tersebut. (min)