Warta

Dubes Irak: Rakyat Irak Bangga pada Gus Dur

Rabu, 29 September 2010 | 04:56 WIB

Jakarta, NU Online
Presiden Republik Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah tokoh Islam yang dihormati dan dibanggakan oleh masyarakat Muslim di seluruh dunia. Keberhasilan Gus Dur dalam memberikan contoh dan keteladanan tentang toleransi dan menjauhi pertikaian merupakan sumbangsih yang sangat berharga bagi seluruh masyarakat dunia.

Demikian dinyatakan oleh Duta Besar Irak Ismeial Muhsin dalam kunjungannya ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl. Kramat raya 164 Jakarta. Dalam Kunjungan yang diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Sekretaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam Samsun ini, kemudian Ismeial banyak bercerita mengenai kesan masyarakat Irak, khususnya di kota Baghdad mengenai Gus Dur, tokoh yang kemudian menjadi Ketua Umum PBNU selama tiga periode ini.<>

"Bagi rakyat Irak, Gus Dur merupakan kebanggaan tersendiri karena Beliau pernah belajar di Baghdad. Masyarakat Irak sangat selalu mengenang Gus Dur dan mendoakan semoga Allah memberikan kelapangan di alam kuburnya," tutur Ismeial.

Lebih lanjut Ismeial bercerita, Gus Dur (yang kemudian mendirikan Pesantren Ciganjur ini) sangat terkenal di Irak sejak dahulu, terutama mengenai cerita tentang "Kepala Ikan dan Sepuluh Anjing." Menurut Ismeila, cerita ini kini menjadi kisah yang banyak diceritakan dan menjadi anekdot di mana-mana di kota Bangdad.

"Di Baghdad, memelihara seekor anjing saja adalah sebuah kerepotan tersendiri. Lalu bagaimana ada seorang mahasiswa asing bisa memelihara sepuluh ekor anjing? Karena itulah seorang pemilik warung bersimpati kepada Gus Dur yang ingin membeli kepala ikan. Sehingga dengan senang hati dia memberikan kepala ikan secara gratis kepada Gus Dur secara berkala," terang Ismeial sambil berusaha menampakkan roman muka melucu. /bersambung. (min)


Terkait