Pemerintah Irak yang kini sedang menata kembali masyarakatnya setelah invasi AS ke Irak yang terjadi pada 21 Maret 2003 silam, siap belajar dari pengalaman Nahdlatul Ulama (NU) dalam menata hubungan kemasyarakatan. Pemerintah Irak siap mencontoh cara-cara NU dalam membina dan mempertahankan kerukunan masyarakat dan menjaga keutuhan bangsa.
Demikian dinyatakan oleh Duta Besar Irak untuk Indonesia, Ismeial Muhsin ketika berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Gedung PBNU Jl. Kramat raya 164 Jakarta, Selasa (28/9). Menurut Ismeial, NU merupakan contoh yang tepat bagi masyarakat Muslim dunia dalam menata keharmonisan bangsa dengan umat beragama yang berbeda-beda.<>
"NU memiliki potensi yang besar untuk membangun peradaban. Ke depan, Pemerintah Irak siap untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan bangsa Indonesia, khususnya dengan NU mengenai penataan penataan masyarakat distribusi kader," tutur Ismeial yang diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Sekretaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam Samsun.
Lebih lanjut, Ismeial menyatakan harapannya agar NU dapat menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Muslim dunia dalam menjaga persatuan Islam di seluruh dunia. Karena NU terbukti dapat menjadi contoh ideal dalam menjaga kerukunan umat di Indonesia, baik dengan sesama umat Muslim maupun non-Muslim.
"Saya mendoakan semoga masyarakat NU dan para pemimpinnya diberi kekuatan oleh Allah SWT agar dapat terus menjalin komunikasi dengan masyarakat Muslim seluruh dunia demi persatuan Islam," kata Ismeial. (min)