Warta

FPKB: Pendapat Din Tak Konteksutal

Kamis, 7 Januari 2010 | 05:37 WIB

Jakarta, NU Online
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Marwan Jafar bersikeras bahwa gelar Bapak Pluralisme sangat pantas disandang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Jika ada yang berpendapat Gus Dur tidak layak mendapat gelar tersebut, menurut Marwan, pendapat seperti itu tidak kontekstual.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berpendapat bahwa Gus Dur tidak tepat dikatakan sebagai tokoh pulralisme. Presiden RI keempat itu lebih tepat sebagai tokoh pembela kaum minoritas. “Pendapat itu kita hargai, tapi itu tidak kontekstual,” ujar Marwan di Jakarta, Kamis (7/1).<>

Din mengungkapkan alasannya. Selain masalah pluralisme, masalah kemajemukan sudah menjadi isu lama di Indonesia. Bahkan sejak Indonesia ada dengan motto bangsa Bhineka Tunggal Ika. Sebenarnya sudah ada peneguhan Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dan plural.

Menurut Marwan, dibanding dengan tokoh-tokoh sebelumnya, Gus Dur lebih konsisten memerjuangkan pluralisme dan kaum minoritas. Tokoh-tokoh yang disebutkan Din, seperti Soekarno, pernah mengalami perubahan sikap terutama pada masa Orde Baru ketika hal berbau SARA ditekan.

“Yang secara konsisten memperjuangkan pluralitas (keberagaman) sampai akhir hayat hanyalah beliau,” tegas Marwan yang juga inisiator penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur ini. (min)


Terkait