Warta

Gus Dur: Modal Asing Tak Boleh Masuk Infrastruktur Strategis

Kamis, 8 Januari 2009 | 07:11 WIB

Yogyakarta, NU Online
Mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta pemerintah tidak menarik modal asing untuk terlibat dalam proyek infrastruktur strategis. Dikatakannya, selama ini pihak asing sudah cukup menjerat Indonesia dengan berbagai utang.

Hal tersebut dikatakan Gus Dur saat menghadiri Konfrensi Rekonsiliasi Nasional dengan tajuk Merajut Akar-Akar Kebangsaan Indonesia, di Yogyakarta, Kamis (8/1). Konferensi ini diadakan oleh Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat atau Syarikat Indonesia, sebuah jaringan organisasi anak muda NU yang berlatar belakang santri yang bergerak dalam penguatan organisasi masyarakat sipil dan advokasi masyarakat.<>

“Modal asing tak boleh masuk di infrastruktur yang strategis. Selama ini kita dipimpin bangsawan yang tidak memihak rakyat. Seluruh sumber daya alam telah dikuasai asing. World Bank, IMF maupun WTO telah menjerat RI dengan berbagai utang,” kata Gus Dur.

Menurut Gus Dur, ada tiga sumber daya alam pokok (SDA) yang tidak boleh dimasuki asing yakni hasil hutan, pertambangan dan perikanan. Kalau dikelola dengan baik SDA ini akan menghasilkan 100 miliar US dollar pertahun.

"Pengelolaan yang baik akan menghindarkan hutang luar negeri, sehingga kita mandiri. Dari situ akan lahir kebangsaan yang membawa keadilan, kesejahteraan dan kebenaran,” kata Gus Dur.

Rohaniawan Frans Magnis Suseno saat berbicara dalam konferensi itu, Rabu (7/1) kemarin menyatakan, Indonesia akan terpecah jika kelompok ekstrim dibiarkan membuat kebijakan okonomi dan politik yang gila-gilaan. (mdz)


Terkait