Surabaya, NU Online
Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi memperoleh gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dalam bidang ilmu peradaban Islam dari IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Penganugerahan gelar tersebut dilakukan dalam rapat terbuka Senat IAIN Sunan Ampel yang dipimpin Rektor Prof Dr HM Ridlwan Nasir MA, di Gelanggang Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (2/12).
<>Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara tersebut, antara lain Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Kardinal Julius Darmaatmadja, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah HA Syafi’i Ma’arif.Selain itu, hadir pula Ketua Umum MUI KH Sahal Mahfudh dan sejumlah politisi seperti Muhaimin Iskandar (PKB), Arief Mudatsir Madan (PPP) .
Pemberian gelar Doctor HC di bidang ilmu peradaban Islam tersebut oleh IAIN Sunan Ampel, berdasarkan penilaian bahwa Hasyim Muzadi telah memiliki pengalaman dan menggeluti bidang tersebut selama bertahun-tahun baik secara nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Hasyim Muzadi menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Islam Rahmatan Lil ’alamin Menuju Keadilan dan Peradaban Dunia (Perspektif Nahdlatul Ulama).
Tema yang disampaikan tersebut, menurut Hasyim, beradasarkan pengalamannya memimpin NU, dan masih merebaknya Islamo Phobia yang menjadi "mainstream" pandangan masyarakat Barat.
Selain itu, katanya, sebagai bagian dari upaya pembangunan infrastruktur dan keterlibatan agama untuk keadilan dan perdamaian dunia serta sebagai basis nilai dan pendekatan.
Hasyim juga mengungkapkan implikasi Islam Rahmatan Lil ’alamin intern NU, ukhuwwah Islamiyah, lintas agama, hubungan agama dan negara, serta implikasi terhadap globalisasi.
KH Hasyim Muzadi yang dilahirkan di Tuban, 8 Agustus 1944 saat ini masih menjabat Ketua Umum PBNU, yang telah disandangnya sejak 1999.
Ia mengenyam pendidikan dasar di SD Tuban, Jatim, kemudian meneruskan ke SMPN 1 Tuban, lalu KMI Gontor Ponorogo, Ponpes Senori Jatim dan Ponpes Lasem Jateng. Gelar kesarjanaan S1 diperolehnya di IAIN Malang Jatim pada tahun 1969.
Seperti dilaporkan kantor berita nasional Antara, Ayah enam anak dan lima cucu itu pernah menjabat anggota DPRD Malang (1972-1982) dan anggota DPRD I Jatim (1986-1987).
Karir politiknya dimulai sebagai Ketua Ranting NU Bululawang, Malang tahun 1964 dalam usia 20 tahun. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Hasyim menjabat Ketua PWNU Jatim.
Pada Pemilihan Presiden 2004 lalu, Hasyim Muzadi pernah mencalonkan diri sebagai calon wapres mendampingi Megawati Soekarnoputeri sebagai calon presiden. (dar)