Jakarta, NU.Online
Konfrensi Internasional Cendikiawan Islam Interansional memutuskan membentuk sekretariat tetap yang berlokasi di Jakarta dan akan diadakan konfrensi serupa setiap dua tahun sekali, kata Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi.
"Sekretariat tersebut di bawah kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU)," katanya menjelaskan hasil-hasil konfrensi yang ditutup Wapres Hamzah Haz, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu.
<>Konfrensi Internasional Cendikiawan Islam pertama itu berlangsung pada 23-25 Februari dihadiri sekitar 300 cendikiawan dari 30 negara lebih antara lain dari Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Suriname, Timor Leste dan Belanda. Pertemuan itu diorganisir oleh PBNU bersama dengan Deplu.
Konfrensi tersebut menyepakati akan diadakan momen serupa setiap dua tahun sekali, sehingga konfrensi berikutnya akan diadakan pada 2006.
Kaum muslim yang ingin menjadi tuan rumah konfrensi berikutnya adalah berasal dari Maroko, dan jika keinginan tersebut disetujui sekretariat tetap maka Maroko akan menjadi tuan rumah, kata Muzadi. Waktu antar dua konfrensi akan diadakan "work shop" (lokakarya) yang membahas penajaman butir-butir yang diprioritaskan untuk dilaksanakan dalam rencana aksi. Lokakarya juga merumuskan bahan-bahan konfrensi yang akan datang.
Lokakarya pertama akan dilakukan di Indonesia. Muslimin AS, kata Muzadi, menyatakan kesanggupan untuk mensponsori lakarkarya tersebut sampai dengan selesai. Seorang tokoh muslimin AS juga menyanggupi untuk menggerakan umat Islam di AS untuk membantu gerakan konfrensi.
Muzadi menjelaskan, konfrensi tersebut menghasilkan Deklarasi Jakarta dan rencana aksi. "Deklarasi sudah selesai dan tinggal menyusun redaksional dan beberapa rekomendasi yang disempurnakan dan ditempelkan pada Deklarasi Jakarta," katanya.
Ia mengatakan, batang tubuh dekalrasi tersebut sudah selesai belum diumumkan karena masih ada usulan dan masukan dari peserta konfrensi. Sementara itu rencana aksi konfrensi menitik beratkan pada pendidikan, ekonomi keumatan dan media. Menurut rencana akan ada proyek percontohan untuk ketiga bidang tersebut. Konfrensi juga memutuskan perlunya kerjasama antar universtitas Islam sedunia. (cih/sby)