Warta

Islamic Center Washington, Pusat Islam Amerika

Ahad, 13 Desember 2009 | 14:59 WIB

Washington, NU Onlline
Islamic Center merupakan masjid tertua di Washington DC. Masjid tersebut tidak hanya menjadi tujuan favorit dan sering dikunjungi oleh umat Muslim. Tetapi rupanya banyak juga orang non-Muslim yang datang ke masjid tersebut untuk mencari pengetahuan tentang keimanan Muslim.

Direktur Islamic Center Imam Abdullah M. Khouj mengatakan, pihaknya mencoba untuk menyebarkan pengetahuan tentang Islam dari ajaran Al Qur'an. “Selain itu juga melalui kebijaksanaan dan bimbingan yang baik,” katanya kepada Islamonline.net.<>

Masjid yang bersejarah tersebut yang menjadi Islamic center terletak di pusat kota Washington di Massachusetts Avenue. Masjid tersebut menjadi tujuan wisata bagi orang non-Muslim Amerika dan orang non Muslim luar Amerika yang datang ke sana.

Setiap hari, kata Imam Khouj, pihaknya menerima tamu yang mengunjungi masjid tersebut yang mencapai antara 10 hingga 600 orang. “Sejumlah tamu yang berkunjung ke masjid adalah para pejabat Departemen Luar Negeri yang akan bertugas di dunia Muslim atau para siswa yang akan belajar di negara-negara Muslim. Sehingga mereka membutuhkan pengetahuan tentang Islam. Kami memberikan ceramah dan seminar mengenai situasi di Timur Tengah dan tata cara berperilaku baik di sebuah negara Islam," katanya.

Pembangunan masjid tersebut, ujar Imam Khouj, dimulai pada tahun 1947 dan dibuka untuk umum pada tahun 1952. Ketika dibuka, masjid tersebut menjadi masjid terbesar di belahan dunia Barat. Sedangkan gagasan pembangunan masjid pertama kali muncul pada tahun 1944, saat tidak ada satu masjid pun di ibukota AS. “Masjid ini merupakan hasil upaya bersama umat Islam di Amerika dan para duta besar negara-negara Islam," ujarnya.

Saat ini masjid tersebut dikelola oleh dewan direksi yang terdiri dari semua duta besar dari negara-negara Islam di Amerika Serikat. (min)


Terkait