Warta

Kiai Khotib: NU Jangan Ditarik Kesana-kemari

Senin, 1 Juni 2009 | 11:33 WIB

Jember, NU Online
Ulama sepuh Jember KH Khotib Umar punya harapan tersendiri terhadap Konferensi Cabang NU Jember yang akan digelar 7 Juni mendatang. KH Khotib secara khusus Senin (1/6) hadir di acara Bahtsul Masail di rumah salah seorang tokoh NU Patrang untuk menyampaikan tausiah menyongsong Konfercab NU tersebut.

Menurutnya, Konfercab jangan dijadikan ajang tawar-menawar posisi bagi pengurus, namun harus benar-benar menghasilkan kepengurusan dan program yang bermanfaat bagi kepentingan warga nahdliyyin. “Pikirkan umat, jangan berpikir untuk diri sendiri, apalagi untuk hidup di NU, jangan!” harapnya.<>

Kiai Khotib menengarai, saat ini ada upaya pihak tertentu untuk mengembalikan NU seperti zaman dulu. Yakni ditarik kesana-kemari untuk kepentingan sesaat. Ia menegaksan, dirinya tidak rela jika NU sampai dijadikan layaknya barang yang bisa dibeli dan dijual dengan seenaknya. ”Kalau itu sampai terjadi, NU akan pecah, dan saya tidak rela,” tukasnya.
  
Kiai Khotib mengibaratkan NU sebagai sebuah pohon. Semakin besar satu pohon, semakin kencang angin menerpa. Begitu juga dengan NU, semkin maju, semakin banyak cobaan. Ia menghimbau agar NU, terutama pengurusnya tetap kokoh meski didera cobaan sebesar apapun.

”Jangan pengurusnya yang malah jadi cobaan,” terangnya sambil berharap agar pengurus NU kompak dan bersatu bila menghadapi persoalan
yang dihadapi NU.

Bahtsul Masail yang digelar hari ini merupakan bahtsul masail yang terakhir bagi kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU yang ada. Sebab, masa kepengurusan LBM dan lembaga NU yang lain akan berakhir seiring digelarnya Konfercab NU mendatang. Tak heran bila Ketua LBM NU Jember, Kiai Mahmulul Huda, meminta maaf kepada warga nahdliyin jika selama ini LBM tidak membahas semua persoalan yang diusulkan MWC maupun ranting NU.

”Kami mohon maaf, karena terbatasnya waktu sehingga tidak semua usulan bisa kami bahas, dan mungkin ini yang terakhir. Sekali lagi mohon maaf,” tukansya.

Dalam acara tersebut, hampir semua petinggi PCNU hadir. Diantaranya KH. Muhyiddin dan H. Alfan Jamil (Ketua dan Sekretaris PCNU), Gus A’ab dan semua Ketua MWCNU. (ary)


Terkait