Warta

Lajnah Falakiyah Selenggarakan Rukyatul Hilal, Hari Ini

Rabu, 26 November 2008 | 23:12 WIB

Jakarta, NU Online
Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) hari ini, Kamis (27/11) bertepatan dengan tanggal 29 Dzulqa’dah 1429 H, menyelenggarakan rukyatul hilal penentuan awal bulan Dzulhijjah 1429 H di beberapa titik rukyat di Indonesia.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH Ghazali Masroeri menyatakan, sedikitnya ada 55 titik rukyat lajnah falakiyah yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Bali.<>

”LFNU sudah berkoordinasi dengan para perukyat NU. Paling tidak dari 55 titik itu hanya ada satu-dua yang absen karena beberapa kendala, misalnya lokasi yang terlalu jauh,” kata Kiai Ghazali kepada NU Online di Jakarta, Rabu (26/11).

Rukyatul hilal kali ini dilakukan untuk memastikan apakah pada hari Jum’at benar-benar bukan bulan baru atau awal bulan Dzulhijjah. Seperti diberitakan sebelumnya, data dalam almanak PBNU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah untuk markas Jakarta, hilal atau bulan sabit pada saat Matahari terbenam tanggal 29 Dzulqa’dah 1429 H atau bertepatan dengan 27 November 2008 M masih berada di bawah ufuk -3,57 derajat.

Menurut perkiraan, pada saat diadakan rukyatul hilal pada hari itu hampir dipastikan hilal tidak akan terlihat, dan awal bulan akan ditetapkan pada dua hari berikutnya berdasarkan kaidah istikmal, atau menyempurnakan bulan Dzulqa’dah menjadi 30 hari.

Namun, Kiai Ghazali menegaskan, istikmal hanya bisa dilakukan setelah rukyatul hilal diadakan, tidak bisa dilakukan berdasarkan perhitungan atau hisab.

“Istikmal itu baru bisa dilakukan kalalu rukyatul hilal tidak berhasil. Istilah kita istikmal itu ba’da rukyah,” kata Kiai Ghazali.

Sementara itu, informasi yang diterima NU Online, sidang itsbat atau penetapan awal bulan Dzulhijjah 1429 H Departemen Agama bersama ormas-ormas Islam di Indonesia baru dilaksanakan pada 4 Desember mendatang, untuk menentukan tanggal 10 Dzulhijjah atau hari raya Idul Adha.

Hasil rukyatul hilal LFNU hari ini akan menjadi pertimbangan utama dalam sidang itsbat di Departemen Agama nanti. (nam)


Terkait