Warta

Menag: NU Harus Jadi Pagar Bangsa

Ahad, 31 Januari 2010 | 02:52 WIB

Medan, NU Online
Menteri Agama Suryadharma Ali minta kepada jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi pagar bangsa dari berbagai ancaman yang merusak persatuan dan umat Muslim di tanah air. Sebagai organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di tanah air, pengurus NU harus berada di barisan terdepan, memimpin dan memperkuat persatuan umat Islam, kata Menag dalam acara silaturahim di kantor Pengurus Wilayah NU, Jalan Sei Batang Bahari, Medan, Sabtu (30/1).

Dewasa ini ada sekelompok organisasi kecil mampu bersuara keras, karena didukung dana kuat, sehingga mempengaruhi opini publik, sementara ada organisasi besar seperti NU tak bicara banyak. Karena ormas itu tak bersuara, dapat ditafsirkan setuju dengan suara ormas minoritas.<>

Padahal, duduk persoalannya tidaklah demikian. Karena itu ia minta Ormas besar pun ikut dan angkat bicara sehingga opini publik dan masyarakat bisa tahu duduk persoalannya. Ia menjelaskan lagi, dewasa ini adanya kelompok kecil yang menuntut agar kebebasan beragama tidak perlu diatur negara dan kemudian mengajukan materi gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Padahal di Indonesia sudah ada enam agama yang diakui. Selain agama Islam, ada juga Kristen, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu. Di Kementerian Agama, keenam agama itu sudah ada Dirjennya masing-masing. Mereka itu menganggap hal ini sebagai tindakan diskriminatif.

Kalau tuntuan mereka dikabulkan di MK, maka ke depan tak mustahil akan ada ajaran Esa Edan seperti di Cirebon, Jawa Barat, dengan imam yang dapat menyucikan wanita setelah tidur bersama sang imam terlebih dahulu.

Menurut Suryadharma Ali, pemerintah wajib melindungi agama. Tetapi pemerintah atau kementerian agama tak punya hak untuk memiliki agama-agama itu. Pemilik agama adalah umatnya masing-masing. "Menteri agama adalah pelayan umat," ia menegaskan.

Karena itu, pemilik agama tentu tak suka jika kitab sucinya diacak-acak pihak lain. Untuk itulah pemerintah memberi perlindungan dan mengatur kerukukan beragama bagi para penganutnya.

Dalam konteks menjaga kerukunan beragam itulah, menurut Suryadharma Ali, ormas Islam termasuk ulama dan Ormas Islam seperti NU harus berada di barisan terdepan untuk melindungi umatnya. (min)


Terkait