Sorot Kekerasan di Daycare, Muslimat NU DKI Dorong Evaluasi Sistem Pengasuhan Anak
NU Online · Jumat, 1 Mei 2026 | 08:00 WIB
Jakarta Timur, NU Online Jakarta
Kasus kekerasan di lembaga penitipan anak (daycare) di Yogyakarta menjadi perhatian serius Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta. Peristiwa ini dinilai sebagai alarm penting untuk mengevaluasi sistem pengasuhan anak, termasuk proses seleksi dan standar kompetensi para pengasuh.
Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Nyai Hj Hizbiyah Rochim, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menilai, pengasuh anak seharusnya memiliki kesabaran dan kesiapan dalam mendidik.
“Saya sedih mendengar kasus ini. Seharusnya seorang pengasuh anak memiliki kelembutan dan kesabaran. Kalau tidak siap, seharusnya tidak mengambil peran sebagai pengasuh anak-anak,” ujarnya kepada NU Online Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Nyai Hizbiyah juga mempertanyakan bagaimana seseorang yang dipercaya merawat anak justru melakukan tindakan kekerasan. Menurutnya, hal ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi semua pihak.
“Ini yang menjadi pertanyaan, bagaimana orang yang dipercaya mengasuh anak orang lain justru melakukan kekerasan. Ini harus ditelusuri dan dievaluasi,” lanjutnya.
Ia berharap kasus serupa tidak terulang kembali serta mendorong peningkatan standar dalam pengelolaan daycare demi menjamin keamanan dan kenyamanan anak.
“Harus benar-benar dievaluasi dan diselidiki agar kasus seperti ini tidak berulang di tempat lainnya,” tegasnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua