Bogor, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia tidak terbantahkan. Namun data yang dibutuhkan untuk mendukung klaim ini belum cukup. Pasalnya databes NU kurang tertata dengan baik.
Demikian diutarakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang juga a’wan PWNU Jawa Timur, Prof Muhammad Nuh saat membuka Silaturrahmi ke-2 Mahasiswa NU se-Jawa, Ahad (1/2) lalu di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Bogor.
<>Pada kesempatan tersebut Nuh yang didaulat menjadi keynote speaker menyampaikan materi “Meningkatkan Peran NU dalam Mengawal Era Informasi” mengatakan, hingga kini NU dapat membangun databes organisasi yang baik. “Pada era modern data menjadi kata kunci dalam pergaulan dan persaingan global. Hal ini perlu diperahtikan NU,” kata Nuh.
Selain perlunya databes, Nuh juga mengajak kalangan Nahdliyyin agar menata diri dengan baik melalui penguatan kapasitas personal. Pasalnya dengan kekuatan kapasitas, maka NU akan memiliki keunggulan dalam hal sumberdaya manusia.
“Sejauh ini orang NU pada umumnya selalu bertumpuk di bawah. Sudah saatnya NU mulai bergerak ke atas, untuk memberikan sinar bagi bangsa,” tegas mantan Rektor ITS Surabaya ini.
Persoalan lain yang dikritisi Nuh adalah 'inferioritas compleks' yang kerap menimpa warga NU. Gejala tersebut sebagai penyakit yang mengganggu perkembangan NU. Karena itu NU harus selalu tampil dengan rasa percaya diri tinggi agar dapat menunjukkan eksistensi lebih nyata di depan publik. (hir)