Mesir menyatakan setuju menjadi tuan rumah putaran baru perundingan rekonsiliasi antar faksi Palestina menjelang deklarasi rekonsiliasi nasional, kata seorang pejabat Palestina, Sabtu. Eyad Al-Sarraj, anggota delegasi independen Palestina untuk perundingan Kairo, mengatakan bahwa Mesir telah menyetujui mengundang faksi garis keras yang menguasai Jalur Gaza, Hamas, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari faksi Fatah untuk menghadiri perundingan rekonsiliasi.
"Kepala Intelijen Mesri Omar Suleiman telah mengatakan kepada kami bahwa pihaknya akan mengundang para pemimpin faksi-faksi Hamas, Fatah dan beberapa faksi lainnya untuk hadir dalam pertemuan penting itu guna mendiskusikan rekonsiliasi tersebut," kata Eyad Al-Sarraj.<>
September silam, Mesir telah mengusulkan perundingan rekonsiliasi antar faksi Palestina tersebut, namun Hamas menolak konsep inisiatif Mesir itu. Mesir menengahi perundingan antara faksi Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan para pemimpin Hamas yang menguasai Jalur Gaza dalam usaha mewujudkan perjanjian perdamaian menjelang pemilu di Palestina tahun 2010.
Diskusi-diskusi dipusatkan pada satu undang-undang pemilu baru setelah susunan pasukan keamanan dan satu komite penghubungan antara Jalur Gaza dan Tepi Barat menjelang pemungutan suara itu.
Semula, Mesir menetapkan 7 Juli sebagai tanggal bagi satu perjanjian yang akan ditandatangani, tetapi perundingan-perundingan berulang-ulang ditunda karena adanya perbedaan pendapat antara Fatah dan Hamas.
Kepala intelijen Mesir Omar Suleiman -- orang yang ditunjuk Kairo untuk mengatur perundingan tiu -- mempercayakan kepada wakilnya Mohammed Ibrahim untuk berusaha menjembatani perbedaan antara dua faksi itu dalam satu misi diplomasi ulang alik yang dimulai pekan lalu.
"Tujuan itu adalah menyingkirkan semua perbedaan yang masih ada antara faksi-faksi itu dan membuka jalan bagi satu pertemuan di Kairo setelah Idul Fitri untuk menandatangani sebuah perjanjian rekonsiliasi dan mengumumkan berakhirnya perpecahan Palestina," kata pejabat itu.
Ibrahim telah mengunjungi Damaskus, tempat para pemimpin politbiro Hamas berpangkalan, dan markas besar Abbas di kota Ramallah, Tepi Barat. (min)