Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) kini bersiap-siap memperjuangkan kembali organisasinya ini untuk menjadi Badan Otonon (Banom) resmi Nahdlatul Ulama (NU). Demikian keputusan Musyawarah Nasional (Munas) II Pergunu yang berlangsung di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, 30-31 Januari 2010.
Namun demikian, Munas lebih menitikberatkan pada peningkatan eksistensi dan kualitas guru-guru NU. Demikian dinyatakan Ketua umum Pergunu KH Asep Syaifuddin Chalim di Surabaya, Ahad (31/1). Menurut Asep, saat ini Pergunu sudah bisa mandiri dan disahkan secara resmi dalam Lembaran Negara Departemen Hukum dan HAM.<>
Munas Pergunu II dihadiri oleh sekitar 400 guru dari 240 perwakilan cabang Pergunu dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, Munas kali ini juga dihadiri oleh tokoh pendiri Pergunu KH Bashori Alwi.
"Begitu banyak cabang yang hadir dalam Munas II ini, Jika dibandingkan dengan awal kelahiran banom NU yang lain, kami lebih banyak. Mungkin butuh beberapa kali muktamar lagi untuk meyakinkan. Andai tidak bisa juga tidak jadi masalah," tutur Asep.
Lebih lanjut Asep menjelaskan, Munas pergunu II ini bertekad untuk memberikan yang terbaik kepada NU. Untuk menunjukkan tekad ini, Pergunu akan menerbitkan Jjurnal berskala nasional yang terbit setiap empat bulan sekali. (min)