Pengurus Pusat Muslimat NU hari ini, Senin (30/3) menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban tragedi Situ Gintung, Ciputat, Tangerang. Bantuan berupa makanan, pakaian layak pakai, peralatan masak dan cuci, perangkat alat shalat dan sejumlah uang.
”Peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam merawat lingkungan,” kata Chusnia Nashir mewakili PP Muslimat saat menyerahkan bantuan kepada warga.<>
Semua pihak berwenang dan elemen masyarakat yang peduli perlu bahu-membahu mencari solusi terbaik untuk meringankan beban keluarga korban. ”Tidak saatnya kita saling menyalahkan,” katanya.
Catatan NU Online, sejak hari pertama tragedi Situ Gintung Jum’at (27/3) kelompok majelis ta’lim Muslimat NU Ciputat telah aktif mengkoordinir anggotanya mengumpulkan bantuan makanan dan pakaian sekenanya.
Kegiatan serupa dilakukan Majelis Wakil Cabang (MWC) Ciputat. MWC juga melakukan tahlil dan doa bersama warga di masjid Nurul Huda RT 3 dan RW 8 Situ Gintung. Tahlilan dipimpin oleh Rais Syuriyah MWCNU Ciputat Kiai Munaji dan Kiai Jamil.
Menurut Catatan Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRM-NU) sebanyak 180 jiwa di RT 3 dan RW 8 ini yang menjadi korban peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung, baik kehilangan keluarga maupun tempat tinggal dan perabot rumah tangga.
Selasa besok Ketua Umum PBNU juga akan mengunjungi kawasan Situ Gintung dan memimpin tahlil dan soa bersama warga setempat yang dikoordinir oleh MWCNU Ciputat dan CBDRM-NU. PBNU juga akan menyerahkan sejumlah bantuan.
Pantauan NU Online, pencarian korban terus dilakukan tim SAR di Kali Pesanggrahan dan akan diteruskan hingga ke Teluk Jakarta sebagai muara terakhir kali ini yang menerima limpahan jebolnya tanggul Situ Gintung. Diperkirakan masih ada puluhan korban meninggal yang belum ditemukan.
Di beberapa titik puing-puing bangunan yang terlahap jebolan Situ Gintung terlihat para pemulung mengambil barang-barang bekas yang bisa dimanfaatkan, yang ditinggalkan pemiliknya.
Hari ini ribuan orang masih terus berdatangan dari berbagai daerah untuk mengunjungi sanak kerabat atau sekedar melihat-lihat lokasi kejadian. Praktis kegitan ini memacetkan jalan raya dari terminal Lebak Bulus ke Pasar Ciputat atau arah sebaliknya. (sam/nam)