Warta

Pagar Nusa Ajak Aparat Prakarsai Perdamaian di Bojonegoro

Senin, 18 Januari 2010 | 09:41 WIB

Bojonegoro, NU Online
Persatuan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS NU) Pagar Nusa meminta kepada pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan jajaran aparat keamanan yang berwenang untuk memprakarsai perdamaian dan kerukunan di antara para anggota perguruan pencak silat yang sering terlibat pertengkaran dan perkelahian.

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPS NU Pagar Nusa H Fuad Anwar di Jakarta, Senin (18/1). Fuad mengajak semua pihak yang selama ini sering terlibat perkelahian dan jajaran aparat keamanan yang berwenang untuk duduk bersama mengkaji akar masalah sebenarnya agar terwujud kedamaian antar anggota berbagai perguruan Pencaksilat.<>

Permintaan ini disampaikan Fuad terkait seringnya terjadi perkelahian antar anggota perguruan pencak silat di Bojonegoro akhir-akhir ini. Di mana keributan dan pertengkaran antara pesilat Pagar Nusa dengan pesilat lain di Bojonegoro terbilang lebih tinggi dibanding daerah lain. Perkelahian-perkelahian ini pada umumnya terjadi ketika ada pertunjukan hiburan.

"Padahal Pagar Nusa ada di mana-mana. Pagar Nusa Surabaya misalnya, bisa rukun berdampingan dengan semua perguruan silat manapun. Demikian pula di Malang, Kediri, Blitar, Mojokerto, di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Selatan, Bali, dll. Mengapa di Bojonegoro sering terjadi pertengkaran liar antar perguruan silat? Pasti ada sebabnya. Akar masalah inilah yang mesti kita cari," tutur Fuad Anwar.

Menurut Fuad, tanpa menemukan akar masalah itu perkelahian di Bojonegoro akan tetap sering terjadi. Oleh karenanya, Fuad mengajak kepada Pagar Nusa bersama IPSI dan Polres Bojonegoro duduk bersama mengkaji akar masalah tersebut agar terwujud Bojonegoro yang damai.

"Kalau yang berkompeten di Bojonegoro tidak mampu, kami  mengharap Pagar Nusa Jatim, IPSI Jatim dan Polda Jatim untuk mengkaji akar masalah di Bojonegoro. Tetapi saya yakin Kapolres Bojonegoro mampu menjadi pemrakarsa perdamaian di Bojonegoro. Karena tugas polisi tidak hanya mengejar dan menangkap pelaku tindak kekerasan, saja tetapi mencegah terjadinya kekerasan juga salah satu tugas polisi," tandas Fuad.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat IPS NU Pagar Nusa ini, terkait adanya pemberitaan di media masa mengenai perkelahian antarkelompok pemuda di Bojonegoro, Jum'at (15/1). Kapolres Bojonegoro menyimpulkan bahwa pelakunya adalah anggota Pagar Nusa.

Atas dasar pemberitaan ini, Fuad Anwar sebagai Ketua Umum Pagar Nusa Pusat yang saat itu bersama para anggota Pagar Nusa di tempat acara Gedung Serba Guna Bojonegoro,segera mengajak berbagai pihak untuk mawas diri dan berinstropeksi. 

"Selamat bertugas Pak polisi. Marilah duduk sama rendah berdiri sama tinggi antar perguruan silat yang ada di Bojonegoro jangan ada anak emas dan anak tiri," pesan Fuad. (min)


Terkait