Warta

PBNU Bereaksi Keras atas Teror Pengajian Muslimat di Sampang

Jumat, 9 Januari 2009 | 07:27 WIB

Surabaya, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bereaksi keras atas teror bernuansa politis pada sejumlah pengajian yang digelar Muslimat NU di Bangkalan dan Sampang Madura oleh sejumlah preman.

Kamis (8/2) kemarin, Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi menyatakan, teror itu sebagai bentuk tindak kriminal, dan pelakunya harus ditindak agar kejadian itu tidak terulang.<>

“Masa orang mengaji tidak boleh? Muslimat kan bukan aliran sesat, tetapi banom (badan otonom) NU. Teror dan pelarangan itu jelas-jelas tindak kriminal dan tidak bisa dibiarkan,” katanya di sela-sela tasyakuran dan peringatan Harlah PPP ke-36 di Kantor DPW PPP Jatim Jl Raya Kendangsari 36 Surabaya.

Dikatakannya, teror tersebut termasuk kategori penistaan agama sekaligus tindak kriminal yang harus diberikan sanksi hukum keras.

Seperti diberitakan di harian Duta Masyarakat, Senin (5/1), di sejumlah daerah di Bangkalan dan Sampang, ibu-ibu Muslimat NU yang menggelar pengajian diintimidasi dan diteror sejumlah preman.

Para preman juga melarang rumah warga Muslimat NU dijadikan tempat mengaji dan majelis ta’lim. Bahkan, ada oknum Bu Camat yang ikut-ikutan melarang pengajian Muslimat karena takut digunakan untuk mendukung Kaji.

“Kami minta polisi bertindak tegas agar hal serupa tidak terulang. Pelarangan pengajian itu akan menjadi preseden buruk jika dibiarkan. Ngaji itu amar ma’ruf nahi munkar, kok berani-beraninya melarang? Mengapa tidak tempat dan perbuatan maksiat saja yang dilarang?” kata Hasyim.

Meski mengecam keras, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam itu meminta warga NU tidak merespon dengan negatif. Dia meminta warga NU tetap tenang dan tidak terprovokasi agar tidak memicu konflik horizontal. (nam)


Terkait