PCNU Jombang Luruskan Berita Heboh ‘Dukun Cilik’
Jumat, 13 Februari 2009 | 08:09 WIB
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur, meluruskan berita seputar Muhammad Ponari (10), bocah yang dianggap sebagai dukun cilik yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit setelah dia mendapatkan batu ajaib.
PCNU Jombang membentuk tim investigasi yang dikoordinir oleh Lembaga Dakwah NU (LDNU) setempat. PCNU menilai fenomena ‘dukun cilik’ Ponari akan mengganggu keyakinan atau akidah umat.<>
Nurhadi, ketua investigasi menyatakan, kepercayaan masyarakat terhadap siswa SDN balongsari II ini dinilai mulai menghawatirkan.
“Masyarakat sudah berlebihan dengan mengkeramatkan semua hal yang berkaitan dengan Ponari, air basuhan Ponari, rumahnya dan benda-benda kepunyaan Ponari dianggap berkah. Ini bisa mengarah ke syirik jika tidak diantisipasi dan jika masyarakat berkeyakinan bahwa Ponari lah penyembuhnya,” kata Nurhadi dihubungi NU Online via telpon, Jum'at (13/2).
“Orang berobat dan meyakini bahwa yang menyembuhkan penyakitnya adalah Allah, maka ini wajar dan boleh. Yang tidak bioleh adalah jika menganggap manusianya yang bisa menyembuhkan,” kata Pengasuh Pesantren Watugaluh Diwek Jombang ini.
Sementara itu dihubungi terpisah, Rais Syuriah MWC Tegalsari Banyuwangi, KH Miftahul Huda menegaskan, keyakinan masyarakat terhadap Ponari perlu diluruskan.
“Jika mereka meyakini bahwa yang menyembuhkan batu itu Ponari, dia berbuat syirik (menyekutukan Allah), tetapi jika ia meyakini kesembuhan itu dari Allah, maka dia tidak syirik,” katanya.
Sebetulnya tidak sedikit yang kecewa karena belum kunjung sembuh setelah berobat ke Ponari. Kepala Madrasah Diniyah Pesantren Tsamarotur Radlah Banyuwangi ini menyatakan, Ponari bisa mengobati dengan perantara batu, tapi tidak bisa menyembuhkan. “Kesembuhan ada di tangan Allah, bukan Ponari,” katanya.
Seperti diberitakan, setelah didatangi ribuan orang dan sempat menelan korban, praktek Ponari ditutup sementara pada Senin 10 Februari lalu. Ponari kelelahan setelah mengobati banyak orang dan jatuh sakit. (yus)