Warta

Pendirian Perguruan Tinggi NU akan Difokuskan di Luar Jawa

Sabtu, 18 Februari 2012 | 02:15 WIB

Jakarta, NU Online
Sebagai bentuk kepedulian NU di dunia pendidikan, PBNU periode ini tengah mengupayakan akses dan mutu pendidikan tinggi yang seluas-luasnya. Komitmen ini diwujudkan dengan menargetkan berdirinya sepuluh Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Indoensia.

“Hasil diskusi temen-temen di LPTNU menyimpulkan, sepuluh perguruan tinggi baru yang akan didirikan itu terdiri atas tiga perguruan tinggi di pula Jawa, dan tujuh perguruan tinggi di luar jawa,” jelas Wakil Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Nurul Huda , Kamis (16/2).
<>
Sejauh ini tahapan menuju legalisasi sedang diproses. Sebagian dalam tahap penyempurnaan berkas, dan semetara yang lain sudah mendapat izin operasional dari pemerintahan seperti Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon.

Di antara nama-nama perguruan tinggi yang masih dalam tahap pematangan seperti UNU Sidoarjo, UNU Medan, UNU Padang, UNU Bandar Lampung, UNU Samarinda, UNUKalimantan Barat, Khadijah University Surabaya, UNU Jepara, UNU Jakarta, dan UNU Raya  Nusa Tenggara Barat.

Perguruan tinggi NU sebetulnya sudah banyak tersebar, hanya saja masing-masing berdiri sendiri tanpa terikat secara struktural dengan PBNU. “Universitas-universitas NU yang baru ini diusahakan akan bernaung langsung di bawah stuktur PBNU,” katanya.

Dari data yang ada, PBNU sudah membawahi sejumlah perguruan tinggi, seperti STAI Maarif Metro Lampung, STAINU Jakarta, dan STAI Maarif Sintang. Sedangkan sebagian besar lainnya adalah milik yayasan perseorangan atau kelompok kader-kader nahdliyin.

LPTNU mengharapkan sepuluh perguruan tinggi baru itu nantinya akan diisi oleh tenaga-tenaga pengajar representatif NU sendiri. “Kami juga sudah mengkaji, penentuan prodi akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat NU kebanyakan,” tandasnya.

 


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Mahbib Khoiron


Terkait