Warta

Penyair Ajak PKB Jadi Partai yang Indah

Kamis, 23 Desember 2010 | 12:01 WIB

Jakarta, NU Online
Penyair asal Madura, D Zawawi Imron mengajak PKB menjadi partai yang indah dan berfikir dengan hati yang jernih sehingga dunia akan menjadi damai.

“Berfikir dengan hati yang jernih dan positif, maka kedamaian akan menyelimuti hatimu,” katanya dalam refleksi budaya akhir tahun yang diselenggarakan oleh DPP PKB di Jakarta, Kamis (23/12).<>

Ajaran menggunakan hati ini juga merupakan tradisi Jawa dan digunakan oleh para Walisongo dalam berdakwah. Sunan Drajat, yang makamnya ada di Lamongan menyampaikan pesan bahwa “Dadio wong sing iso rumongso, ojo dadi wong sing rumongso iso,”

“Artinya, jadilah orang yang bisa memahami perasaan orang lain, jangan jadi orang yang merasa bisa melakukan segala sesuatu,” tandasnya.

Kesucian niat seperti itulah yang telah membuat bangsa Indonesia mampu berjuang memperoleh kemerdekaan, meskipun sangat sedikit sarjana yang ada waktu itu, tetapi mampu melahirkan proklamasi, UUD 1945, Resolusi Jihad dan lainnya. Meskipun secara intelektual semakin banyak, tetapi tak ada hal-hal besar yang mampu diperbuat oleh generasi sekarang ini.

Dikatakannya, upaya untuk mampu berjuang menghadapi tantangan telah menjadi semangat anak bangsa seperti ungkapan suku Bugis, sekali layer terkembang, pantang pulang atau uangkapan di pesantren, jika bersungguh-sungguh, maka seluruh pintu kesulitan akan terbuka.

Penyair yang terkenal dengan julukan Si Clurit Emas ini meminta agar generasi sekarang tak sekedar bermain kata-kata tanpa perbuatan kongkrit. Danai tak bisa sekedar dimaknai dalam kata-kata saja, tetapi juga dalam perbuatan

“Arti Kebangkitan dalam PKB tak boleh sekedar menjadi sebuah kata-kata, tetapi harus menjadi sebuah gerakan,” tandasnya. (mkf)


Terkait