Sedikitnya 70 pasangan mualaf suku Tengger di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jatim, dinikahkan secara massal oleh "Baitul Maal Hidayatullah" (BMH) bersama Pemkab Lumajang di Masjid Nurul Huda, Desa Tempuran, Kecamatan Senduro, Ahad (1/3) kemarin.
Puluhan pasangan tersebut diarak dari Masjid nurul Huda ke pasar Agropolitan di dekat masjid setempat. Direktur BMH Surabaya, Samsudin, mengatakan, sebagian besar pasangan suami-istri yang dinikahkan massal hari ini, sudah menikah sebelumnya dengan ritual agama Hindu.<>
Dikatakannya, pernikahan mereka tidak terdaftar di catatan sipil maupun KUA setempat. "Semua pasangan mualaf akan dinikahkan secara Islami hari ini," katanya mengungkapkan.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan pakaian pengantin dan mahar berupa seperangkat alat salat serta kitab suci Al-Quran yang diberikan kepada 70 pasangan mualaf Suku Tengger. BMH berharap. puluhan pasangan mualaf tersebut bisa membentuk keluarga Islami yang sakinah ke depannya.
Ia mengungkapkan, jumlah Suku Tengger yang berhasil menjadi mualaf melalui BMH mencapai 1.686 yang tersebar di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. "BMH akan berupaya melakukan kegiatan serupa, yakni nikah massal tahun depan dengan jumlah pasangan yang lebih banyak," katanya berharap.
Sementara Kepala KUA Kecamatan Senduro, Nanang Muryanto, mengatakan, pihaknya mengerahkan 10 penghulu untuk menikahkan 70 pasangan mualaf Tengger. "Masing-masing penghulu menikahkan tujuh pasangan," katanya menambahkan.
Ia berharap, jumlah mualaf Tengger semakin banyak di Kecamatan Senduro, sehingga pernikahan mereka tercatat di kantor KUA Senduro. (ant/sam)