Warta

Santri harus Punya Keterampilan

Sabtu, 18 Desember 2010 | 12:52 WIB

Banten, NU Online
Gubernur Ratu Atut Chosiyah meminta kepada pengelola pondok pesantren (ponpes) di Banten agar membekali santrinya dengan ilmu keterampilan (life skill) agar bisa langsung bekerja.Tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga harus memberikan pelajaran keterampilan.<>

"Tidak semua lulusan ponpes menjadi kiai dan guru agama, dan tak jarang yang terjun ke dunia kerja atau industri. Ini yang harus diperhatikan," ujar Atut saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Rabithah Ma'had Islamiyah (RMI) Banten di aula Masjid Raya Albantani, Kamis (16/12).

Tidak hanya pelajaran keterampilan, Atut juga meminta kepada pengurus ponpes memberikan pelajaran ilmu pengetahuan umum sehingga lulusan ponpes memiliki peluang menjadi politisi, pengusaha, dan birokrat andal. "Akan banyak lingkungan kerja yang membutuhkan lulusan ponpes yang memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan umum," terangnya.

Menurut Atut, kini jumlah ponpes di Banten mencapai 3.632. Ribuan ponpes tersebut diharapkan akan meluluskan puluhan ribu generasi muda yang memiliki pondasi agama yang kuat dilengkapi dengan ilmu umum dan keterampilan.

"Saya harap semua lulusan ponpes bisa bersaing di dunia kerja sesungguhnya. Apalagi secara tidak langsung, peran ponpes sangat tinggi untuk menekan angka buta aksara," pungkasnya.(zen)


Terkait