Warta

Sebaiknya Majlis Dzikir SBY Membubarkan Diri

Jumat, 29 Januari 2010 | 07:12 WIB

Jakarta, NU Online
Berbagai spekulasi mengenai penanganan skandal Bank Century kini mulai merebak ke berbagai aspek politik. Setelah Jakarta dibanjiri demonstrasi besar menuntut pencopotan pihak-pihak yang mestiya bertangungjawab atas skandal Bank Century, kini beberapa kalangan sudah sampai mempertanyakan aliran dana perampokan sistemik tersebut.

Kini, salah satu mesin politik pencitraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terorganisir dalam Majlis Dzikir Nurussalam SBY banyak mendapat kritikan. Salah satunya datang dari salah seorang pengurus Lembaga Bathsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) yang menghimbau agar sebaiknya Majlis Dzikir membubarkan diri jika terindikasi menerima kucuran dana Ce<>ntury secara tidak sah.

Demkian dinyatakan oleh Wakil Ketua LBM NU KH Arwani Faisal kepada NU Online di Jakarta, Jum'at (29/1). Dalam pernyataannya Kiai Arwani menyampaikan, memang tidak ada salahnya seseorang atau sekelompok orang berdoa untuk mendoakan kelanggengan kekuasaan secara umum, namun tentu saja doa semacam ini tidak memiliki manfaat bagi umat secara keseluruhan.

"Bahkan jika memang terbukti terlibat dalam kegiatan-kegiatan mendhalimi rakyat, hukumnya justru wajib begi mereka untuk membubarkan diri. Karena adalah sebuah ironi jika sebuah doa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan diselenggarakan dengan dana yang berasal dari perkara-perkara haram," tandas Arwani.

Lebih lanjut Arwani menjelaskan, Majlis Dzikir SBY dapat berfungsi positif jika mengumandangkan doa-doa bagi keselamatan bangsa secara umum. Namun dapat pula dianggap negatif jika tujuannya hanya untuk menyembunyikan jatidiri kekuasaan yang sebenarnya dapat dinilai secara rasional.

"Artinya, keberadaan Majlis Dzikir SBY justru dapat menjadi bumerang bagi umat Islam karena mengesankan bahwa presiden terlibat dalam banyak kegiatan yang tidak rasional. Padahal citra SBY sekarang sedang dipertaruhkan. Saya khawatir justru semakin kontra produktif," pungkas Arwani. (min)


Terkait