Bagdad, NU Online
Perang selalu meninggalkan sengsara dan korban tidak ternilai. Untuk yang kesekian kali, sisa-sisa peninggalan peradaban bernilai tinggi hancur di Iraq. Negeri Nabukadnezar itu harus kehilangan lagi sisa peradaban masa lalunya yang sangat bernilai.
Sejumlah orang tak dikenal, Sabtu, dilaporkan telah membakar sebuah perpustakaan kuno di Nashiriyah, Irak. Diduga kuat perbuatan tersebut dilakukan oleh serdadu Amerika yang ditempat di daerah tersebut. Di dalam perpustakan itu terdapat ribuan buku-buku berharga dari koleksi para pemikir Islam dan Barat sejak abad pertengahan. Demikian dikatakan Direktur Benda Berharga di Nashiriyah Abdul Amir al-Hamdani kepada Arab News, kemarin.
<>“Setelah terbakar, perpustakan itu sekarang hancur total,” ujarnya.
Sejak AS menguasai Irak pada Maret 2003, penghancuran barang-barang berharga di Irak, seperti yang ada di museum dan perpustakan, terus berlangsung hingga kini. Bahkan beberapa masjid dan tempat yang disucikan oleh umat Islam juga tidak luput dari keganasan serdadu Amerika. (MA/io)