Warta

Sekjen PBB: Serangan Israel di Lebanon Langgar Resolusi

Ahad, 20 Agustus 2006 | 12:28 WIB

New York, NU Online
Sekjen PBB Kofi Annan menolak pernyataan Israel bahwa serangan yang dilakukan berdasarkan perintahnya di desa di Lebanon adalah tindakan mempertahankan diri dan berpendapat bahwa serangan itu merupakan pelanggaran terhadap resolusi gencatan senjata yang disetujui oleh Dewan Keamanan PBB pada awal pekan ini.

Dalam pernyataan di markas PBB, Annan mengatakan dia ’sangat prihatin’ atas serangan yang terjadi pada hari Sabtu terhadap sebuah desa di Lebanon timur yang merusak wibawa pemerintah Lebanon.

<>

Memperingatkan bahwa insiden demikian bisa membahayakan ’rapuhnya resolusi yang dicapai setelah melalui perundingan yang alot’, Sekjen PBB minta kepada semua pihak untuk ’menghormati dengan sangat’ embargo senjata, menahan diri semaksimal mungkin, menghindari aksi-aksi proaktif dan menunjukkan tanggungjawab dalam melaksanakan resolusi.

Pada saat pemerintah Lebanon mengutuk serangan tersebut, misi PBB melaporkan terjadinya beberapa pelanggaran oleh pesawat militer Israel.

Israel mengatakan bahwa aksinya itu ditujukan untuk menghalangi suplai senjata kepada Hizbullah dari Iran melalui Suriah. Berdasarkan resolusi, semua impor senjata dan amunisi ke dalam negara yang dilarang kecuali diizinkan oleh pemerintah.

Annan juga berbicara dengan Perdana Menteri Lebanon, Fuad Siniora, yang mengutuk serangan Israel sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB. Sekjen minta laporan harian dari kedua pihak untuk Dewan Keamanan mengenai komitmen mereka terhadap dihentikannya permusuhan di kawasan Timur Tengah. (ant/mkf)


Terkait