Warta

Syarikat Indonesia Gelar Konferensi Kebangsaan di Yogyakarta

Rabu, 7 Januari 2009 | 05:42 WIB

Yogyakarta, NU Online
Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat atau Syarikat Indonesia, sebuah jaringan organisasi anak muda NU mengadakan konferensi selama 2 hari, Rabu-Kamis 7-8 Januari 2009 di Hotel Sahid, Jalan Babarsari, Yogyakarta.

Konferensi ini akan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari berbagai komponen bangsa, masyarakat adat, aliran kepercayaan, dan ormas keagamaan. Beberapa tokoh masyarakat dijadwalkan hadir antara lain KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), M. Syafi’i Ma’arif, Frans Magnis Suseno dan Suko Sudarso.<>

Acara ini bertajuk Konfrensi Rekonsiliasi Nasional, Merajut Akar-Akar Kebangsaan Indonesia. Selain masyarakat adat, aliran kepercayaan dan ormas, beberapa perantren juga ikut dalam konferensi ini seperti pesantren Sunan Pandanaran, As-Salafiyah, Al-Munawir, dan Ali Maksum Yogyakarta, Al-Muttaqin Pancasila Sakti Klaten, Al-Mu’ayyad Solo, API Tegalrejo Magelang, dan Pesantren Hasyim Asy’ari Jepara.

Saat berita ini diturunkan, sedang berlangsung stadium general dengan tema Merajut Akar-Akar Kebangsaan dengan narasumber M. Syafi’i Ma’arif, Frans Magnis Suseno dan Suko Sudarso. Menurut panitia SC, As Burhan, Gus Dur yang dijadwalkan berbicara dalam stadium general ini baru akan hadir Kamis (8/1) besok.

Konfererensi akan dilanjutkan dengan rapat komisional yang dibagi dalam tiga clasters, menghadirkan beberapa nara sumber anatra lain Daniel Dakhidei,  Imam Aziz, Kemala candrakirana, Jadul Maula, Mun’im DZ, Tri Candra, Ruth Indiah Rahayu, Farid Wajidi dan Abdul Gaffar Karim.

Dalam tor kegiatan yang diterima NU Online, konferrensi ini diharapkan dapat melahirkan gagasan dan tindakan yang dapat menyegarkan kembali komitmen Kebangsaan Indonesia bersama tanpa penindasan, tanpa hegemoni dan humanis berdasarkan konstitusi.

Syarikat Indonesia adalah jaringan organisasi anak muda NU yang berlatar belakang sebagai santri yang bergerak dalam penguatan organisasi masyarakat sipil dan advokasi rakyat. Lembaga ini berprinsip pada nilai-nilai kebangsaan, kerakyatan, demokrasi, non partisan, anti diskriminasi dan anti kekerasan. (nam)


Terkait