Warta

Syeikh Nabil Qauq: PBNU Diharap Aktif dalam Perjuangan Timur Tengah

Senin, 18 Januari 2010 | 11:00 WIB

Beirut, NU Online
Panglima Hizbullah khusus Lebanon Selatan Syeikh Nabil Qauq menyambut dengan senang hati atas kesediaan NU untuk turut memperjuangkan nasib bangsa Palestina dan bangsa Arab khususnya dari penindasan Israel.  Menurut Nabil, jika kekuatan Islam Indonesia bergabung dengan kekuatan dunia Islam lain, tentu perjuangan Islam akan mencapai keberhasilan

”Saya telah mendengar nama NU sebagai organisasi besar yang aktif dalam membela perjuangan kami. Kami bangga bahwa Islam telah tersiar sampai ke negeri paling jauh dan sekarang menjadi kekuatan yang tersebar di dunia,” katanya Nabil Qauq saat menyambut kehadiran Misi Perdamaian NU yang dipimpin langsung oleh KH Hasyim Muzadi.<>

Kepada Syeikh Nabil Qauq, Hasyim menjelaskan bahwa kehadiran misi perdamaian NU ini, merupakan bagian dari perluasan peran internasional. Menurut Hasyim, NU merupakan penerjemahan ukhuwah Islamiyah dari Indonesia. Karenanya, umat Islam di Lebanon tidak perlu heran dan merasa berhutang budi.

” Kami menjalankan tugas NU dan saya kira merupakan tugas Islam untuk saling bahu-membahu dalam menciptakan perdamainan dan kesejahteraan di antara sesama umat Islam,” terang Hasyim.

Lebih lanjut Hasyim menegaskan, NU telah memiliki sistem akidah dan politik tersendiri. Karenanya, NU dapat menghormati kekhasan dan tradisi masing-masing. Salah satu contohnya adalah langkah PBNU dalam merealisasikan pengembangan pendekatan antar mazhab dengan pihak pimpinan Syiah Iran, yaitu Ayatullah Ali Tazkiri.

”Tradisi ini ditentukan oleh adat istiadat budaya dan termasuk imam yang menjadi anutan. Umat Islam perlu mengembangkan kepercayaannya yang benar, tetapi tidak boleh dilakukan dengan cara menyalahkan yang lain. Karena saling menyalahkan akidah merupakan sumber perpecahan antar umat Islam sejak dulu hingga sekarang,” imbuhnya.

Dalam penjelasan selanjutnya, Hasyim memaparkan, kesepahaman antar mazhab ini, diharapkan menghasilkan pelaksanaan ukhuwah Islamiyah yang langgeng. Dengan demikian kerjasama di bidang politik, pendidikan dan kebudayaaan bisa dilaksanakan.
 
Sementara itu, Nabil mengharapkan NU sebagai kekuatan Islam di luar Lebanon bisa menjadi mediator yang baik dan  bisa merukunkan di antara mereka (para pejuang dan kelompok-kelompok rakyat Lebanon) yang sudah terkotak-kotak ke dalam berbagai faksi politik.

Meski pengawalan pasukan Garda Hizbullah sangat ketat dengan standard keamanan yang sangat tinggi, tetapi suasana keakraban tetap terjaga. Bahkan tidak sedikit percakapan ini diselingi  dengan gelak tawa.  Terutama ketika Panglima Hizbullah wilayah selatan itu memberikan hadiah sebuah benda yang jatuh dari pesawat Israel kepada Hasyim Muzadi yang mengira benda itu mainan anak-anak.  Ternyata sebuah benda bersejarah bagi rakyat Palestina dan Lebanon. (mdz)


Terkait