Warta

Syeikh Rajab Dieb: NU Punya Peran Penting dalam Dakwah Islam

Rabu, 25 Maret 2009 | 00:38 WIB

Jakarta, NU Online
Syeikh Dr. Rajab Dieb, pengajar inti di Lembaga Pendidikan Islam (Mujamma') Syeikh Ahmad Kuftaro Suriah menyampaikan kesan yang mendalam terhadap Nahdhatul Ulama (NU). Menurutnya, NU mempunyai peran penting dalam pengembangan dakwah Islam.

“Organisasi NU memiliki peran penting dalam memberikan pengabdiannya terhadap agama Islam, da'wah dan pendidikan ilmu-ilmu agama,” katanya dalam surat yang dikirimkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).<>

Surat berbahasa Arab itu juga dikirimkan kepada Menteri Agama dan Menteri Luar Negeri RI. Syeikh Rajab mengungkapkan, keberadaaan pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia telah memberikan harapan optimisme, karena lembaga-lembaga tersebut mempuyai ciri-ciri istimewa.

“Jumlahnya yang cukup banyak dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Kegiatan dan kerja keras yang terus-menerus dibina dan dibangun kepada para pelajar dan mendidik generasi muda dengan pendidikan yang shaleh,” katanya.

“Tempat tinggal para guru satu kawasan dengan lembaga pendidikan sehingga memudahkan untuk mengawasi para anak didik. Dengan demikian para guru berada pada garis depan langsung berhadapan dengan anak didik,” tambahnya.

Syeikh Rajab dalam surat itu menyampaikan, PBNU sangat tepat dalam mendelegasikan perwakilan dalam Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri.

“Mereka adalah orang yang memiliki akhlak mulia, pintar bergaul dan memiliki kecakapan manajemen, dan penuh hikmah,” katanya sambil bercerita tentang kesannya ketika ditemani beberapa pengurus NU saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu.

Syeikh menambahkan, para pelajar Indonesia yang belajar di Mujamma' Syeikh Ahmad Kuftaro Suriah memiliki karakter khusus yang pantas diteladani oleh para pelajar asing lainnya. Pelajar Indonesia dikenal sangat lembut dan ramah.

“Dari pangamatan saya terhadap para pelajar asing, saya berpendapat bahwa para mahasiswa dan pelajar Indonesia mempunyai budi pekerti yang luhur dan memiliki pendidikan keimanan yang membuat harum di setiap majelis yang dihadirinya,” katanya.

Mujamma' Syeikh Ahmad Kuftaro sendiri merupakan lembaga dirintis oleh mendiang Syeikh Ahmad Kuftaro, mantan Grand Mufti Republik Arab Suriah, sejak 30 tahun yang lalu. Di tempat ini para pelajar Arab dan asing menuntut ilmu pengetahuan.

Reputasi Mujamma' yang mengajarkan ajaran Islam yang moderat ke seluruh pelosok negeri ini telah menjadi wadah bagi para penuntut ilmu dari seluruh penjuru dunia. (nam)


Terkait