Ratusan anggota Ansor Kencong, Jember sejak Selasa pagi (3/11) digembleng di gunung kapur, Desa Grenden, Kec.Puger. Penggemblengan yang diawali dengan lintas alam di daerah pegunungan kapur tersebut, meliputi baris-berbaris dan latihan ala militer.
Menurut Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kencong, Ahmad Syaikhu Yusuf, penggemblengan tersebut dimaksudkan untuk membekali kader Ansor dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di masa depan. Termasuk antisipasi terhahap serangan teroris. “Pembekalan ini juga untuk jaga-jaga terhadap serangan teror,” ujarnya di sela-sela penggemblengnan kemarin.<>
Syaikhu menambahkan, tidak pantas para teroris itu mengatasnamakan Islam dalam aksi brutalnya. Sebab, katanya, Islam adalah agama yang rahmatan lil’ alamin. Rahmat bagi seluruh alam, sehingga bagaimanapun aksi teror tidak dapat dibenarkan oleh Islam. “Jangan berkedok Islam untuk membunuh sesama,” terangnya.
Ditegaskannya, dalam memberantas kemungkaran, tidak harus dilakukan dengan pengrusakan seperti pengeboman. Islam telah mengajarkan agar umat Islam melwan kemungkaran dengan akhlaq yang baik, dengan peringatan yang bijak. “Jangan api dilawan dengan api. Kecuali sudah dalam kondisi terpaksa,” ungkapnya.
Syaikhu mengaku yakin para kader Ansor tidak akan terpengaruh oleh paham apapun, termasuk paham yang berpotensi melahirkan terorisme. Sebab sudah jelas, Ansor memiliki faham ahlussunnah wal jama’ah. “Fundamentalisme itu biasanya cepat berpengarauh bagi orang yang Islamnya masih rapuh,” cetusnya. (ary)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua