Asah Kepedulian Kader, PMII Surakarta Adakan Sekolah Advokasi
NU Online · Senin, 20 Februari 2017 | 15:01 WIB
Untuk mengasah kepekaan dan kepedulian sosial para kadernya, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Surakarta, Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan Sekolah Advokasi bertajuk "Sekolah Intelektual Muda". Acara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Sukoharjo tersebut diikuti para peserta, selama dua hari, Sabtu-Ahad (18-19/2).
Ketua PC PMII Surakarta Bahar Elfudllatsani menegaskan, predikat mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang ikut memiliki tanggung jawab untuk mengawal bangsa ini ke arah yang lebih baik.
“Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa dituntut untuk memiliki kepekaan dan rasa kepedulian serta mau melibatkan diri untuk pemecahan masalah yang ada di masyarakat. Inilah mengapa perlunya kita adakan kegiatan Sekolah Advokasi,” terang Bahar.
Dijelaskan Bahar, para peserta mendapatkan sejumlah materi antara lain dasar-dasar advokasi, pemetaan aksi sosial, rekayasa sosial dan metodologi advokasi, yakni langkah-langkah kerja advokasi.
Salah satu peserta, Wahyu Trianingsih, mengungkapkan acara Sekolah Advokasi tersebut sangat bermanfaat dan mesti dikuasai oleh kaum pergerakan.
"Dalam melakukan advokasi ternyata tidaklah mudah, kita harus melewati beberapa tahap dan yang juga paling penting adalah adanya data yang akurat. Advokasi muncul karena adanya kepekaan sosial dengan cara melakukan analisis sosial," papar gadis yang akrab disapa Ayu itu.
Dalam acara ini, panitia menghadirkan sejumlah pemateri yang cukup berpengalaman dalam bidang advokasi, antara lain Akhmad Ramdhon (Dosen FISIP UNS), Putut Gunawan (DPRD Surakarta), Khodiq Duhri (Ketua AJI Solo) dan Eko Setiawan (Direktur KOMPIP). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
3
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
4
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
5
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
6
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
Lihat Semua