Ashfa, Siswa Kelas 3 Madrasah NU Mahir Mendalang
NU Online · Sabtu, 6 Desember 2014 | 08:06 WIB
Kudus, NU Online
Nabila Ashfa Ibrohim sudah mahir mendalang wayang kulit. Siswa kelas tiga Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) At-Tarbiyah Jurang, Gebog, Kudus ini tercatat sebagai anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dengan nomor keanggotaan 1301.
<>
Siswa 8 tahun yang biasa dipanggil Ashfa ini, memperkenalkan nama-nama wayang purwo yang dijajar di ruang tamu rumahnya, Jumat (5/12). Ia menunjukkan rekaman video pada waktu mendalang di sebuah acara sedekah bumi di Balai desa Cendono Dawe.
Sabetannya sudah begitu lincah dan bisa membuat wayang salto langsung menancap kembali di gedebog pisang (tempat menancapkan wayang). "Sabetan salto ini sangat langka bagi dalang cilik. Biasanya hanya orang dewasa yang bisa seperti ini," kata Ahmad Fais mengomentari kemampuan anaknya yang begitu cepat mahir.
Awal mulanya ia meyukai dunia wayang sejak usia lima tahun; saat masih belajar di bangku sekolah Taman kanak-kanak (TK) At-Tarbiyah, Jurang. Waktu itu, imbuhnya, ada pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Mastur di sebelah rumah simbahnya di desa Kawakan Dawe Kudus.
"Saya jadi senang dan suka wayang. Lalu saya minta ayah membelikan wayang buat mainan. setiap ada pertunjukan wayang saya ajak ayah nonton," kata Ashfa bercerita.
Pada awal 2013 ia mengkuti latihan setiap Ahad di markas Pepadi Kudus di SD Barongan bersama dalang Ki Heri Purnomo, tambah Fais yang juga Kepala MINU At-Tarbiyah, Jurang.
Ashfa sudah beberapa kali pentas satu paket dengan gurunya Ki Heri Purnomo (Getas Pejaten Kudus) di berbagai tempat di Kudus maupun di luar daerah. Ia juga sudah banyak memainkan cerita lakon wayang seperti Sesaji Raja Soya, Pandowo Mbangun Pasar, Karto Marmo-Setiyaki Rebutan Wahyu.
Bagi dalang cilik durasi waktunya hanya satu jam. Ia sudah hafal semua lakon itu tanpa baca teks. (Qomarul Adib/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua