Banjir Rendam di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
NU Online · Ahad, 1 November 2026 | 09:30 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Aceh Utara, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Aceh Utara, Gus Adni Fajri, meminta pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir yang merendam sejumlah gampong di wilayah tersebut. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Aceh hingga 1 November 2026.
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Aceh Utara sejak Jumat (30/10/2026). Luapan sejumlah sungai menyebabkan permukiman warga dan ruas jalan di beberapa kecamatan terendam.
Di Kecamatan Cot Girek, luapan Sungai Peutoe merendam rumah warga di Gampong U Baro. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai satu meter. Genangan juga terjadi di ruas jalan penghubung Kecamatan Cot Girek dan Lhoksukon, meliputi Gampong Teungoh LT, Dayah LT, hingga Krueng LT.
Sementara itu, luapan Sungai Keureutoe dan Pirak juga dilaporkan merendam sejumlah gampong di Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli.
Ketua PC GP Ansor Aceh Utara, Gus Adni Fajri, menilai peringatan dini cuaca ekstrem harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif. Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh hanya dilakukan setelah air memasuki permukiman, tetapi harus dimulai sejak muncul tanda-tanda peningkatan debit sungai dan curah hujan.
“Pemerintah daerah bersama BPBD, aparat kecamatan, pemerintah gampong, dan seluruh unsur terkait harus bergerak cepat. Jangan menunggu kondisi semakin parah baru melakukan penanganan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujarnya pada Ahad (1.11.2026).
Ia juga menekankan pentingnya pendataan warga yang berada di kawasan rawan banjir, kesiapan lokasi pengungsian, serta ketersediaan kebutuhan dasar apabila masyarakat harus dievakuasi.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh sebelumnya mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang hingga 1 November 2026.
Sejumlah faktor atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca di Aceh antara lain keberadaan bibit siklon 91B, aktivitas gelombang Kelvin, belokan angin, dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Peringatan dini tersebut mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Besar, serta beberapa kabupaten dan kota lainnya.
Gus Adni berharap masyarakat tetap waspada, khususnya warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai dan kawasan rawan longsor.
“Warga harus memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas. Jika kondisi mengharuskan evakuasi, jangan mengambil risiko dengan bertahan di rumah. Keselamatan jiwa harus diutamakan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, PC GP Ansor Aceh Utara mendorong semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar masyarakat terdampak tidak menghadapi bencana sendirian. Koordinasi antara pemerintah, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko serta mempercepat penanganan banjir.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua