Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
NU Online · Ahad, 1 November 2026 | 11:00 WIB
Hujan deras dan angin kencang landa wilayah Pidie Jaya, Sabtu (31/10/2026) malam. (NU Online/Helmi Abu Bakar)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mengakibatkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum, serta memicu banjir dan tanah longsor. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menyebabkan puluhan rumah rusak dan sejumlah warga terpaksa mengungsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, cuaca ekstrem menerjang Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Kamis (29/10/2026) pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan pohon tumbang dan merusak 11 rumah. Dari jumlah tersebut, 10 rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah rusak sedang.
“Selain itu, satu fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan turut terdampak,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Kejadian serupa melanda Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada waktu yang sama. Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan 11 pohon tumbang di enam desa yang tersebar di Kecamatan Kedawung dan Kecamatan Ngawi.
“Dampak lainnya berupa empat unit rumah rusak ringan dan kabel listrik PLN terputus,” katanya.
Sementara itu, angin kencang menerjang Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (29/10/2026) pukul 15.00 hingga 17.30 WIB. Peristiwa yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut berdampak pada 82 kepala keluarga (KK) atau 294 jiwa di empat desa yang berada di Kecamatan Lebakwangi dan Maleber.
“Sebanyak dua kepala keluarga atau delapan jiwa dilaporkan mengungsi,” ujarnya.
Berton menjelaskan, sebanyak 80 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 66 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak berat. Selain itu, satu ruas jalan dan satu fasilitas umum turut terdampak.
Selain angin kencang, hujan berintensitas tinggi juga memicu banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (29/10/2026) pukul 21.30 WIB. Banjir terjadi setelah tanggul jebol dan berdampak pada 310 rumah di tiga desa di Kecamatan Tanjung Pura.
Banjir luapan disertai tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Kamis (29/10/2026) pukul 23.00 WIB.
“Sebanyak 27 rumah mengalami kerusakan ringan yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Munjungan,” kata Berton.
Banjir selanjutnya melanda Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (30/10/2026) pukul 19.10 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama serta gorong-gorong tersumbat material tanah longsor menjadi pemicu banjir tersebut.
“Sebanyak enam kepala keluarga atau 29 jiwa terdampak, dengan enam rumah turut terdampak,” ujarnya.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang masih dapat terjadi. Berton mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
"Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca dari sumber resmi serta segera melakukan langkah evakuasi secara mandiri apabila kondisi di lingkungan sekitar menunjukkan potensi risiko bencana," tuturnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua