Banyak Copy Paste, Lomba Penulisan Opini Ansor Tak Hasilkan Pemenang
NU Online · Sabtu, 1 Februari 2014 | 10:07 WIB
Bandar Lampung, NU Online
Dewan juri lomba menulis opini "Menuju Masyarakat Melek Anggaran" bagi pelajar SMA sederajat di Provinsi Lampung menolak menyatakan adanya pemenang pada lomba diharapkan mendorong transparansi anggaran itu.
<>
"Semua peserta belum paham bagaimana mengungkapkan pikiran untuk tulisan opini atau karya ilmiah populer," ujar Ketua Dewan Juri lomba bertema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik" itu, Oyos Saroso HN, di Bandarlampung, Jumat.
Namun demikian, kata jurnalis dan penyair kelahiran Purworejo, Jawa Tengah yang pernah menjadi Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu menjelaskan, hal tersebut bukan kesalahan mereka, tetapi kesalahan sistem pendidikan.
"Sistem pendidikan kita memang tidak memberikan kesempatan para siswa SMA sederajat untuk merangsang siswa mengungkapkan gagasan. Mungkin juga karena siswa SMA tidak pernah mendapatkan pelajaran atau contoh menulis yang baik dari gurunya," katanya.
Alumni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Jakarta yang sekarang menjadi Universitas Negeri Jakarta itu menambahkan, banyak peserta yang hanya merangkum pendapat orang lain atau merangkum berita yang sudah diketahui umum.
"Tidak ada hal baru. Tidak ada pemikiran atau ide baru yang dituangkan dalam bentuk tulisan," kata dia menegaskan hasil penjurian lomba diselenggarakan PC GP Ansor Kabupaten Waykanan dan Komisi Informasi Lampung itu.
Senada Oyos, juri lainnya, Ketua Komisi Informasi Lampung Juniardi menyatakan karya-karya yang dikirim tidak ada yang sempurna memenuhi kriteria sebagai sebuah opini.
"Sebagian besar hanya mengumpulkan pendapat-pendapat dan merangkumnya menjadi sebuah artikel. Jujur, saya kesulitan menilainya dari kriteria ditetapkan, seperti relevansi karya dengan tema, kesatuan, pemakaian bahasa dan kedalaman isi," ujar Juniardi, yang juga anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Lampung itu pula.
Juri lain, Ketua AJI Bandarlampung Yoso Muliawan juga menyatakan karya-karya peserta yang dikirim oleh sejumlah pelajar dari sekolah di Provinsi Lampung masih copy paste.
"Beberapa karya dikirim menyadur dari google sekitar 30 hingga 50 persen tanpa menyebutkan sumber. Ada juga model penyaduran dengan copy paste tanpa mengubah redaksional," kata Yoso.
Ketiga juri menyatakan belum ada peserta yang layak menjadi pemenang lomba. Namun demikian, untuk menghargai semangat pelajar mendorong transparansi anggaran, panitia sepakat memberi setiap peserta sertifikat dan buku.
"Sertifikat dan buku yang Insya Allah nominalnya lebih dari uang pendaftaran sebagai apresiasi panitia dan penyelenggara atas semangat peserta bisa diambil di Komisi Informasi Provinsi Lampung, jalan Basuki Rahmat nomor 29, Telukbetung Utara, Senin 10 Februari 2014," kata Gatot Arifianto selaku ketua panitia lomba menjelaskan. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua