Rembang, NU Online
Ahad Sore (3/11) dari belakang masjid jami’ Lasem keluar kiai dan santri, kemudian polisi dan tentara, lantas disusul yang berpakaian adat Jawa. Mereka adalah bocah-bocah TK, RA, PAUD, TPQ yang sedang karnaval kaderisasi.
<>
Bocah-bocah peserta didik di Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) se-Cabang Lasem tersebut beriring-iringan sejauh 2 km. Kontan, mereka menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar.
Iring-iringan yang dibuka Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU, Durrotun Nafisah, adalah siasat Muslimat NU Lasem dalam kaderisasi di Nahdlatul Ulama.
Durrotun Nafisah mengatakan, kegiatan itu, merupakan buntut dari permasalahan yang sedang dialami oleh pengurus Muslimat NU Lasem terkait kaderisasi.
Menurut Durrotun Nafisah, kaderisasi merupakan permasalahan yang melanda organisasi masa kini. Muslimat NU Lasem harus mencari solusi untuk mengatasinya dengan cara yang kreatif. Ia mencontohkan, dengan mengadakan karnaval anak-anak.
Sebagai pemanis karnaval, panitia menyediakan hadiah, di antaranya dispenser dan ratusan hadiah hiburan. Hadiah dibagikan dengan cara diundi.
Sholuhul Huda, siswa RA Muslimat NU Jurang Jero saat mengaku baru partama kali mengikuti kegiatan seperti ini. Kepada NU Online, ia mengungkapkan rasa senang saat mendapatkan undian hadiah yang berupa buku tulis.
Turut hadir pada kesempatan para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Muslimat se-Cabang Lasem. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua