Berkah tak akan Datang pada Pengurus NU yang Miliki Motif Tertentu
NU Online · Selasa, 2 Juni 2015 | 13:01 WIB
Pringsewu, NU Online
Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Ust. Munawwir mengingatkan kepada beberapa pengurus NU yang mencalonkan diri menjadi pejabat pada pilkada serentak di Provinsi Lampung akhir 2015 ini, jika mereka berniat berkiprah di NU dengan motif lain, maka tak akan mendapat barakah.
<>
NU sendiri juga akan dirugikan karena roda organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. "Kalau sudah ada niatan menjadi pengurus NU karena jabatan politis, maka ngurusi NU-nya pun tidak akan maksimal," tegasnya.
Hal ini disampaikan di sela sela kegiatan pengajian ahad pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu, Ahad (31/05/15).
Menurutnya menjadi pengurus NU harus istiqomah berkhidmah untuk ummah tanpa ada niatan pribadi menjadi pejabat.
"La wong kerja nyata saja belum kok sudah berangan-angan tinggi," terangnya.
Akan berbeda menurutnya jika kiprah di NU sudah nyata keberhasilannya, dan jamaah mengizinkan serta mendorong untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan maupun swasta.
Maka hal Ini merupakan amanah dari warga yang keputusan ya atau tidaknya dikembalikan kepada pribadi pengurus itu sendiri. Dan itupun menurutnya, yang bersangkutan tidak boleh menggunakan atribut atribut NU untuk mewujudkan harapannya.
Namun sekarang ada beberapa orang pengurus yang tidak dicalonkan malah mencalonkan diri mengatasnamakan NU dan menyampaikan dimana-mana kalau yang bersangkutan warga NU maupun pengurus NU.
Munawwir mengingatkan bahwa NU tidak berpolitik praktis dan lebih dari itu sangat tidak dibenarkan menjadikan NU sebagai alat untuk mendapatkan jabatan. Hal ini sudah jelas di atur oleh AD/ART organisasi.
Oleh karena itu Munawwir mengharapkan seluruh pengurus NU untuk istiqomah mengurus NU dengan niat semata mata karena berjuang li ila kalimatillah, mengembangkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah.
"Jangan sampai Pengurus NU malah menjadi urusan NU," pungkasnya. (muhammad faizin/mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua