Daerah

Beut NU Warong Kuphi, Ikhtiar PCNU Aceh Barat Rawat Tradisi Ilmu dan Syiar Kurban

NU Online  Ā·  Ahad, 24 Mei 2026 | 16:00 WIB

Beut NU Warong Kuphi, Ikhtiar PCNU Aceh Barat Rawat Tradisi Ilmu dan Syiar Kurban

Beut NU Warong Kuphi, PCNU Aceh Barat, Jumat (22/5/2026). (Foto: istimewa)

Aceh Barat, NU Online

 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Barat menggelar Beut NU Warong Kuphi, pengajian terbuka yang digelar di Warung Kopi OMCIL, Gampong Meureubo, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan mengangkat tema ā€œIbadah Qurban Sarana Meningkatkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial" itu digelar pada Jumat (22/5/2026).

 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang belajar agama bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan ulama, umara, dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Ketua PCNU Aceh Barat Tgk Khairul Azhar, yang akrab disapa Waled Khairul, menegaskan bahwa Beut NU Warong Kuphi merupakan bagian dari ikhtiar NU untuk menjaga tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

 

Menurutnya, warung kopi yang selama ini menjadi ruang interaksi masyarakat Aceh dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah dan pendidikan keagamaan yang efektif.

 

ā€œMelalui Beut NU, masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga semakin memahami nilai-nilai Aswaja yang menjadi ruh perjuangan Nahdlatul Ulama,ā€ katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa penguatan pemahaman keagamaan menjadi penting di tengah derasnya arus informasi yang kerap menghadirkan berbagai pandangan keagamaan yang tidak selalu sesuai dengan tradisi Islam moderat yang berkembang di Aceh.

 

Karena itu, PCNU Aceh Barat terus berupaya menghadirkan ruang-ruang edukasi keagamaan yang mudah dijangkau masyarakat, baik melalui pengajian, diskusi keislaman, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk lebih mengenal dan terlibat dalam berbagai kegiatan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang selama ini konsisten menjaga tradisi Islam moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

 

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan anggota DPRA Fuadri. Ia menilai Beut NU Warong Kuphi merupakan model dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

 

Menurutnya, penguatan pemahaman keagamaan harus terus dilakukan untuk menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.

 

ā€œPeran kader NU sangat penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat dakwah keumatan di tengah masyarakat,ā€ ujarnya.

 

Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk H Mahdi Kari Usman. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai ketentuan syariat terkait ibadah qurban yang akan segera dilaksanakan umat Islam pada bulan Dzulhijjah.

 

Menurutnya, kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat kuat.

 

Ia menjelaskan bahwa ibadah qurban merupakan wujud ketundukan seorang hamba kepada Allah swt sekaligus sarana berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan.

 

ā€œKurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Karena itu pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan syariat,ā€ jelasnya.

Ā 

 

Mahdi juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kesehatan hewan qurban. Hewan yang akan disembelih harus memenuhi syarat umur, bebas dari cacat, serta berada dalam kondisi sehat sebagaimana yang telah ditetapkan dalam hukum Islam.

Ā 

 

Selain itu, masyarakat diimbau memahami waktu pelaksanaan kurban dan tata cara pendistribusian daging agar ibadah yang dilakukan benar-benar sah dan bernilai ibadah di sisi Allah swt.

 

Melalui kegiatan Beut NU Warong Kuphi, PCNU Aceh Barat kembali menunjukkan bahwa dakwah tidak harus dilakukan di mimbar-mimbar formal. Warung kopi, yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh, dapat menjadi ruang strategis untuk menyebarkan ilmu, memperkuat ukhuwah, dan menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

 

Di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung, model dakwah seperti ini menjadi bukti bahwa NU tetap hadir di tengah masyarakat, menyapa umat dengan bahasa yang sederhana, dekat, dan mudah dipahami, tanpa kehilangan substansi ajaran Islam yang mendalam.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Faisal menyampaikan, kolaborasi antara tokoh masyarakat, aparatur gampong, dan berbagai elemen lainnya menjadi modal penting dalam menghadirkan dakwah yang membumi dan mudah diterima masyarakat.

 

ā€œTerima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Beut NU Warong Kuphi sehingga dapat berjalan dengan baik,ā€ ujarnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang