Jateng

Jalan Kaki 40KM, Mbah Musthofa Tunaikan Nadzar Pulang Haji

NU Online  ·  Jumat, 12 Juni 2026 | 18:00 WIB

Jalan Kaki 40KM, Mbah Musthofa Tunaikan Nadzar Pulang Haji

Mbah H Musthofa didampingi adiknya Zuriyah saat jalan kaki sepulang haji (Foto: dok Kemenhaj Jateng)

Boyolali, NU Online Jateng 

Sosok Mbah H Musthofa, jamaah haji yang sebelumnya menjadi perhatian saat keberangkatan karena mengenakan caping bertuliskan lafadz Allah dan Muhammad serta berjalan kaki menuju titik keberangkatan, kembali mencuri perhatian pada fase kepulangan haji tahun 2026.

 

Sesaat setelah tiba di Asrama Haji Donohudan, jamaah yang tergabung dalam Kloter 23 SOC itu memilih melanjutkan perjalanan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 40 kilometer. Dalam perjalanan tersebut, ia ditemani sang adik, Zuriyah.

 

Bagi Mbah H Musthofa, langkah yang ditempuh bukan semata perjalanan menuju rumah, melainkan bagian dari ikhtiar menuntaskan nazar yang telah lama disimpan dalam hati.

 

Ketua PPIH Embarkasi Solo, H Fitriyanto, mengatakan pihaknya telah berupaya membujuk Mbah Musthofa agar kembali bersama rombongan menggunakan bus demi kenyamanan dan keselamatan. Namun, tekad jamaah tersebut tetap tidak berubah.

 

“Kami tentu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jamaah dan mengimbau agar beliau kembali bersama rombongan bus. Namun karena yang bersangkutan memiliki nazar dan kondisi kesehatannya dinyatakan baik, maka kami menghormati keputusan tersebut dengan tetap memastikan proses penyerahan dan pengawasannya berjalan sesuai prosedur,” ujarnya dikutip dari laman Kemenhaj Jateng, Jumat (12/6/2026).

 

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, PPIH Embarkasi Solo melakukan serah terima kepada petugas daerah yang diwakili petugas dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Semarang. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pemantauan terhadap jamaah tetap berjalan hingga tiba di kediamannya.

 

Di tengah perjalanan, Mbah H Musthofa mengaku tidak memiliki target waktu tertentu. Ia memilih berjalan sesuai kemampuan sambil memperbanyak zikir.

 

“Kalau lelah istirahat. Saya jalan sembari membawa istigfar, shalawat, tasbih. Saya biasa jalan kaki, dan nazar ini sudah lama tidak saya bicarakan ke orang lain ataupun keluarga,” tuturnya.

 

Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang