Bandung, NU Online
Dua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung, yaitu PAC Kecamatan Babakan Ciparay dan PAC Kecamatan Bojongloa Kaler menyambut tahun baru 1435 Hijriyah dengan menggelar arak-arakan atau pawai.
<>
Menurut Ketua GP Ansor Kota bandung Abdul Rozak, PAC Babakan Ciparay dibawah Ketua bernama Aang, menggelar pawai sejauh 5 km pada Senin malam (4/11). Para peserta pawai selain berjalan kaki ada yang naik diirinngin 15 kuda kretek.
Di antara merek ada marching band Pondok Pesantren Nurul Iman dan tim hadroh Pondok Pesantren Al-Afifiyah. “Pawai yang digelar atas kerjasama GP Ansor dengan Pondok Pesantren Al-Afifiyah ditempuh selama dua jam,” kata Rozak Kamis, (7/11) melalui seurat elektronik.
Rozak memaparkan, pawai dimulai dari daerah Cilangrang ke Cibaduyut, lalu ke stopan lampu merah Kopo, dilanjut ke gerbang tol Kopo dan masuk lagi ke Perumahan Kopo, berakhir di lapangan Cilangrang,” kata Rozak.
Di lapangan tersebut kemudian digelar tabligh akbar dengan penceramah KH Habib Syarif Alydrus. Dia adalah mantan Ketua PWNU Jawa Barat, Musytasyar PCNU Kota Bandung sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Assalam Sasak Gantung.
Pada Selasa, sekitar pukul 08.00 Pimpinan Anak Cabang Bojongloa Kaler dibawah pim[inan Ustad Furqon, juga menggelar pawai. Pesertanya lebih banyak lagi, sekitar delapan ribu jamaah. Mereka adalah jamaah mesjid se-Keamatan Bojongloa Kaler, para santri, dan murid Madrasa Diniyah serta Pemuda Ansor dan Banser Kota Bandung.
Pawai dimulai dari Jalan Babakan Tarogong ke jalan Peta depan hotel Grand Pasundan, terus msuk jalan terusan Leuwi Panjang terus jalan rumah sakit Imanuel. Peserta menyemut itu kemudian masuk lagi jalan Peta, lalu ke jalan Babakan Tarogong.
Dalam iring-iringan itu turut menghibur peserta pawai dua grup marching band dari Pondok Pesantren Darul Ma'arif Cigondewah Kota Bandung dan marching band Pondok Pesantren Baitul Arqom Kota Bandung, “Satu paguyuban seni Sunda ikut juga pawai. Mereka shalawatan dengan Bahasa Sunda.
Pembacaan shalawat juga dilakukan para pejalan kaki yang menempuh 25 km,” terang Rozak.
Menurut Rozak, pawai ini mengingatkan kepada masyarakat bahwa Islam pun mempunyai kalender. “Sebagai umat Islam harus berperan aktif mensosialisaikanya. Jangan hanya rame di tahun Masehi saja,” ungkap Rozak. (Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua