Gus Taj Yasin Maimoen Minta Santri Harus Jadi Teladan Jaga Kebersihan Lingkungan
NU Online · Rabu, 17 Februari 2021 | 14:15 WIB
Gus Yasin Maimoen saat berkunjung ke Pesantren Raudhatus Shalihin, Loireng, Sayung, Demak (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Samsul Huda
Kontributor
Demak, NU Online
Santri harus mampu mengambil prakarsa dan menjadi teladan di masyarakat dalam menjaga keseimbangan dan kebersihan lingkungan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana banjir.
Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang KH Taj Yasin Maimoen mengatakan, salah satu upaya untuk menghindari banjir adalah dengan menjaga keseimbangan dan kebersihan lingkungan selain berfungsinya secara maksimal saluran-saluran air yang ada.
"Santri dapat berkontribusi dalam mengajak masyarakat untuk menghindari terjadinya banjir," kata Gus Yasin saat berkunjung ke Pesantren Raudlatus Shalihin Desa Loireng Sayung Demak, Rabu (16/2).
Menurutnya, selain faktor alam terjadinya bencana banjir juga dipengaruhi faktor rendahnya kesadaran manusia dalam menjaga keseimbangan alam dan kebersihan lingkungan. Salah satu solusinya bisa ditempuh dengan membudayakan hidup bersih dan memelihara lingkungan.
"Santri bisa berkontribusi dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan pondok, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, memelihara saluran air di lingkungan pondok, dan ikut serta membantu masyarakat sekitar pondok dalam menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah itu menambahkan, warga masyarakat sebagaimana santri diharapkan juga dapat berperan dalam mencegah banjir melalui gerakan bersih diri dan lingkungan, menjaga keseimbangan alam, melakukan penghijauan, dan memelihara saluran air yang ada.
"Pemerintah tentu akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi problem banjir yang terjadi di Sayung melalui program-program yang akan disiapkan. Masyarakat diminta bersabar dan dapat memberikan masukan-masukan melalui berbagai saluran komunikasi untuk menyelesaikan problem ini," pintanya.
Pengasuh Pesantren Raudlotus Shalihin Loireng, Sayung, Demak KH Abdur Qodir mengatakan, nasehat Wagub Jateng akan menginspirasi santri dan masyarakat Desa Loireng Sayung dalam upaya-upaya menghindari bencana banjir di masa mendatang.
"Demikian juga sebaliknya, kami berharap pemerintah segera bertindak mengatasi genangan air di Desa Loireng yang mengganggu aktivitas masyarakat. Sebelum bencana banjir, sebagian wilayah desa Loireng sudah tergenang karena saluran menuju ke laut mengalami pendangkalan dan penyempitan," kata Kiai Qodir yang juga Rais Pengurus Ranting NU Loireng Sayung.
Sebelum mengunjungi Pesantren Raudlotus Shalihin, Gus Yasin meninjau aktivitas Posko Bencana Banjir di SD Negeri Loireng, posko kesehatan di Madrasah Hidayatus Shibyan dan Masjid Attaqwa, Balai Desa, dan kawasan perkampungan yang masih tergenang air.
Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua