Semangat Ukhuwah Dorong Warga NU Demak Bantu Korban Banjir
NU Online · Senin, 15 Februari 2021 | 08:00 WIB
LAZISNU Demak salurkan bantuan ke warga terdampak Banjir di Kecamatan Sayung, Demak (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Samsul Huda
Kontributor
Demak, NU Online
Tingginya semangat nahdliyin dalam memberikan bantuan dan pertolongan kepada warga terdampak bencana banjir di Demak, Jawa Tengah beberapa hari lalu mencerminkan bahwa ukhuwah Islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah sudah membumi.
Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Demak Zayinul Fatah mengapresiasi prakarsa-prakarsa mandiri warga NU Demak yang merespons cepat ketika sesamanya terdampak bencana banjir sebagaimana yang terjadi beberapa hari lalu.
"Ini menandakan bahwa semangat ukhuwah mendorong kepekaan mereka terhadap lingkungannya. Bantuan material maupun non materialpun langsung mengalir, baik melalui LAZISNU atau langsung ke Posko," kata Zayin usai menyerahkan bantuan sembako dari BRI untuk korban banjir Sayung
melalui LAZISNU Demak ke Posko NU Peduli Banjir MWCNU Sayung, Jumat (12/2).
Dikatakan, pemerintah sangat terbantu dengan peran-peran nahdliyin yang dengan semangat kemandiriannya mengambil inisiatif membuka posko dan dikonsentrasikan untuk menampung bantuan dari warga, selanjutnya disalurkan kepada yang berhak.
"Langkah masyarakat itu harus direspons pemerintah melalui kewenangannya agar bencana seperti ini tidak sampai terjadi melalui berbagai upaya, sehingga masyarakat terhindar dari ancaman bencana banjir," tegasnya.
Dia menambahkan, pemerintah harus berani mengambil kebijakan yang fundamental dalam menyelamatkan warga Demak dari ancaman banjir dengan menormalisasi saluran dan drainase yang semakin dangkal kedalamanya.
"Setelah mendalami persoalan banjir di Demak, terutama di beberapa desa di Kecamatan Sayung didapati temuan banyak saluran air atau drainase fungsinya tidak maksimal.
Sehingga ketika curah hujan tinggi atau ada kiriman air dari daerah atas dengan volume tinggi, aliran sungai tidak mampu menampung, airnya meluap ke kawasan pemukiman dan persawahan," terangnya.
Jadi lanjutnya, harus ada keputusan dan tindakan mendasar, saluran yang dangkal kedalamannya dan menyempit luasnya harus dinormalisasi. Melalui DPRD Demak dan Jateng serta DPR RI pihaknya akan mendorong agar Pemda dan Pemerintah Pusat duduk bersama mengambil langkah sesuai dengan masing-masing kewenangannya menormalisasi saluran-saluran yang ada dan saat ini fungsinya tidak maksimal.
Koordinator Posko Peduli Kemanusiaan MWCNU Sayung, Demak Muslih kepada NU Online, Ahad (14/2) mengatakan, setelah seminggu beroperasi, posko ditutup pada Jumat (12/2).
"Kami berharap semuanya dapat mengambil hikmah dari musibah ini, diharapkan pemerintah mengambil kebijakan yang tepat agar musibah ini tidak terulang di masa mendatang," pungkasnya.
Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua