Karanganyar, NU Online
Pengasuh Majelis Ahbabul Mustofa, Habib Syech bin Abdul Qadir As Segaf, memberikan sejumlah pesan kepada para calon pemimpin Kabupaten Karanganyar.<>
“Sebagaimana ajaran dalam filsafat Jawa, Urip Iku dadi Gedang, Ojo dadi Pohong (hidup itu jadilah seperti pisang, jangan menjadi ketela),” kata Habib Syech dalam acara pengajian yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Selasa (30/7) malam.
“Sebab pisang itu kalau diolah menjadi apa saja namanya tetap pisang. Berbeda dengan ketela, kalau sudah dimasak ya bisa menjadi gethuk, blangreng, dan lain sebagainya” lanjutnya.
Selain itu, Habib asal Solo itu juga mengingatkan agar para pemimpin dapat bersikap sederhana dan bijak. Dalam nasehatnya itu, Habib Syech memberi perumpamaan seperti air.
“Dadio banyu, ning ojo ngasi melu kintir (Jadilah air, tetapi jangan sampai ikut terhanyut arus). Sebab air itu dimana saja selalu dibutuhkan oleh siapa pun dari kalangan sosial apa pun,” terangnya.
Saat ditanya terkait momentum Pemilihan Bupati Karanganyar September mendatang, dirinya mengaku tidak akan terlibat dalam politik praktis atau pun sekedar memberikan dukungan. Dengan diplomatis dia menjawab, “Karena semua sedulurku. Partai saya itu ‘partai’ sholawat, jadi siapa pun orangnya kalau senang dengan sholawat, maka ikut dengan ‘partai’ saya,” tuturnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
4
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
5
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
6
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
Terkini
Lihat Semua