Demak, NU Online
Santri tingkat akhir tingkat SMA dan SMP pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen mengunjungi makam KH Ibrahim Brumbung yang diyakini sebagai seorang wali. Ziarah ini merupakan bagian dari persiapan batin para santri menghadapi UN selain minta doa para kiai, puasa Senin-Kamis, mujahadah, dan sholat malam.
<>
Kegiatan seperti ini sudah menjadi tradisi santri kelas akhir pesantren Futuhiyyah Mranggen. Tujuannya selain mendoakan para ulama, juga mencari berkah agar dimudahkan ketika mengerjakan soal-soal UN.
“Ziarah ke makam Mbah Ibrahim ini bertujuan agar hati kita mantap dan yakin serta memiliki rasa percaya diri untuk menghadapi UN,” kata siswi MA Futuhiyyah 2 Mranggen Devi Nur Kholifatul Unfa di halaman makam, Selasa (1/4).
KH Ibrahim Brumbung dipercaya masyarakat Mranggen mempunyai karomah tertentu. Ia pengembang Thariqah Qodiriyyah wa Naqsabandiyyah di Mranggen. Ia tidak lain guru KH Abdurrahman Qoshidil Haq dan KH Muslih Abdurrahman.
Kecuali berziarah, mereka juga meminta doa para kiai. Antara lain KH Muhammad Hanif Muslih, KH Said Lafif Hakim, KH Ali Makhsun, KH Ashif Makhdum, KH Muhibbin Muhsin, dan juga Umi Hj Sa’adah Muslih.
Mereka berharap doa para kiai akan menenteramkan batin mereka dalam mengerjakan soal UN disamping mengharapkan keberkahan dan ilmu bermanfaat. (Abdus Shomad, Ahmad Dliya’uddin/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
Terkini
Lihat Semua