Nasional

Harlah Ke-76 Fatayat NU; Ajang Konsolidasi Kader, Semangat Perjuangan Almarhumah Margaret Diteguhkan

NU Online  ·  Ahad, 17 Mei 2026 | 14:30 WIB

Harlah Ke-76 Fatayat NU; Ajang Konsolidasi Kader, Semangat Perjuangan Almarhumah Margaret Diteguhkan

Ketua PCNU Tangerang Selatan/suami almarhum Ketum PP Fatayat NU U Margaret Aliyatul Maimunah, H Abdullah Mas'ud pada peringatan harlah ke-76 di Masjid Istiqlal pada Ahad (17/5/2026). (Foto: Nisfatul Laila)

Jakarta, NU Online 
Pimpinan Pusat Fatayat NU menggelar peringatan Hari Lahir Ke-76 di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Ahad (17/5/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan mengenang 40 hari wafatnya Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah ini digelar bersama santunan anak yatim.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Hj Ella Siti Nuryamah, mengatakan peringatan harlah tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi kader Fatayat NU dari berbagai wilayah.

 

“Harlah ke-76 bukan hanya sebatas ceremonial, ini adalah ajang silaturahim dan konsolidasi seluruh kader Fatayat,” ujarnya. 


Ia menyampaikan, peringatan harlah tahun ini memiliki makna khusus karena sekaligus mengenang 40 hari wafatnya Ketua Umum PP Fatayat NU, almarhumah Hj. Margaret Aliyatul Maimunah.


Menurutnya, almarhumah merupakan sosok organisatoris, pemimpin, jurnalis, orator, sekaligus negosiator yang menjadi inspirasi perjuangan bagi seluruh kader Fatayat NU.

 

“Beliau adalah spirit perjuangan kita, luar biasa kita patut mencontoh teladan dan harus ditanamkan di hati dan pikiran, serta inspirasi seluruh kader Fatayat,” katanya. 


Ella juga menyoroti perkembangan organisasi yang terus meluas hingga tingkat nasional dan internasional. Ia menyebut Fatayat NU terus memperkuat kaderisasi, pemberdayaan perempuan, serta kerja kolaboratif dengan berbagai pihak.

 

Ia menjelaskan bahwa saat ini telah terbentuk ratusan cabang Fatayat NU di berbagai daerah serta puluhan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) di luar negeri sebagai bagian dari perluasan gerakan organisasi.


“Fatayat hadir di tengah kota, di tengah desa, bahkan hingga tingkat internasional,” ungkapnya.


Selain itu, Fatayat NU disebut terus menjalankan program pemberdayaan perempuan di bidang keagamaan, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi melalui berbagai lembaga pendukung organisasi.

 

Ella menegaskan kekuatan utama Fatayat NU berada pada militansi kader yang tetap bergerak melakukan kaderisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.

 

“Potensi dan aset Fatayat adalah kader-kader yang handal, loyal, dan teruji di lapangan,” tuturnya.

 

Sementara itu, suami almarhumah Margaret, H Abdullah Mas’ud, mengajak seluruh kader untuk tidak berhenti pada rasa kehilangan, tetapi meneruskan cita-cita perjuangan yang telah dibangun almarhumah.

 

Ia mengatakan warisan terbesar almarhumah bukan berupa materi, melainkan kader-kader yang tetap berdiri teguh melanjutkan nilai dan perjuangan organisasi.

 

“Warisan terbesar almarhumah bukanlah harta, tetapi kader-kader yang hari ini berdiri tegak melanjutkan cita-cita beliau,” ujar H Abdullah Mas’ud yang juga Ketua PCNU Tangerang Selatan, Banten.

 

Menurutnya, mengenang sosok almarhumah harus diwujudkan melalui keberlanjutan gagasan, karya, dan perjuangan yang memberikan dampak bagi perempuan dan masyarakat. “Tidak hanya mengenang, tetapi melanjutkan perjuangan dan karya-karyanya,” katanya.


Pihaknya juga mengajak seluruh kader memperkuat peran perempuan dalam menjaga umat, bangsa, dan ruang-ruang pengabdian sosial. “Mari kita kuatkan perempuan-perempuan pejuang yang menjaga umat dan bangsa. Maju bersama, menguat bersama untuk perempuan Indonesia," pungkasnya.


Kontributor: Nisfatul Laila 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang