Daerah

Peternakan di Kota Bekasi Rawat Ribuan Sapi untuk Idul Kurban 2026

NU Online  ·  Jumat, 15 Mei 2026 | 08:00 WIB

Peternakan di Kota Bekasi Rawat Ribuan Sapi untuk Idul Kurban 2026

Berbagai jenis dan ukuran sapi di Peternakan Berkah Bersama Sejahtera Farm, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat Kamis (14/5/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Bekasi, NU Online

Ribuan ekor sapi berjejer rapih di Peternakan Berkah Bersama Sejahtera Farm, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat. Aroma jerami bercampur suara lenguhan sapi memenuhi kandang-kandang besar yang berjajar dari blok A hingga T.

 

Di tempat itulah, berbagai jenis dan ukuran sapi kurban dirawat setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jabodetabek menjelang Idul Adha.


“Sekarang kira-kira ada 850 ekor di kandang. Kalau ditambah yang di luar, hampir seribu ekor,” ujar Babeh Luthfi salah satu pengelola peternakan, saat ditemui pada Kamis (14/5/2026).


Pria yang akrab disapa Babeh Haji Luthfi itu tampak hafal setiap sudut kandangnya. Ia menyebut berbagai jenis sapi yang dipeliharanya, mulai dari sapi Bali, Madura, PO, hingga sapi impor seperti limosin, simental, dan brangus.


Bobotnya pun beragam. Ada sapi standar berbobot sekitar 290 kilogram hingga sapi jumbo seberat lebih dari satu ton. “Yang paling besar ada 1,1 ton,” katanya.


Di balik besarnya bisnis peternakan tersebut, tersimpan rutinitas panjang yang tak sederhana. Setiap hari, sejak selepas subuh, para pekerja mulai memandikan sapi dan membersihkan kandang. Pakan diberikan hingga empat kali sehari.

 

Menurut Babeh Luthfi, sistem di peternakannya adalah penggemukan. Sapi-sapi yang datang usai Idul Adha akan dirawat selama sekitar 10 bulan sebelum kembali dijual pada musim kurban berikutnya.


“Kita rawatin setiap hari. Dimandiin, dibersihin, dikasih makan pagi, siang, sore sampai malam,” tuturnya.


Untuk memenuhi kebutuhan pakan seribu ekor sapi, empat truk miliknya setiap hari berangkat mencari damen atau jerami ke sejumlah wilayah di Bekasi seperti Babelan, Jonggol, dan Setu. Pakan itu kemudian dicampur ampas tahu dan konsentrat.


“Kalau dihitung-hitung, sehari bisa lebih dari dua ton pakan,” ujarnya.


Di peternakan tersebut, harga sapi termurah dibanderol mulai Rp20 jutaan. Sementara sapi terbesar mencapai Rp145 juta.


Menjelang Idul Adha 2026, permintaan hewan kurban di kandangnya kembali meningkat. Tahun ini, ia menargetkan penjualan mencapai seribu ekor sapi, naik sekitar 100 ekor dibanding tahun sebelumnya.


“Alhamdulillah sekarang sudah 85 persen sold out (laku),” katanya.

 

Mayoritas pembeli berasal dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), perusahaan, hingga pembeli pribadi dari wilayah Jabodetabek. Bahkan, sejumlah pelanggan datang dari Bandung dan Purwakarta.


Menurutnya, sapi Bali menjadi jenis yang paling diminati pembeli. “Favorit DKM itu sapi Bali. Mereka datang langsung booking lima sampai sepuluh ekor,” ujarnya.


Menariknya, para pelanggan sudah mulai memesan sapi sejak dua bulan sebelum Idul Adha. Meski dirawat selama berbulan-bulan dan bobot sapi terus bertambah, harga tetap tidak dinaikkan.


“Harga waktu booking tetap. Walaupun kita rawat, dimandiin, dikasih makan, bobotnya naik, enggak kita kenai biaya lagi,” kata Babeh Luthfi.


Di tengah ancaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menghantui peternak beberapa tahun terakhir, Babeh Luthfi memastikan seluruh sapi di kandangnya rutin diperiksa dan divaksin oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Bekasi.


“Tiap sapi yang sudah divaksin ada tanda peneng kuning di telinganya,” jelasnya.


Kepercayaan terhadap kualitas sapi di peternakan itu bahkan datang dari kalangan pejabat negara. Tahun ini menjadi kali kedua Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban dari kandang Berkah Bersama Sejahtera Farm.


“Sapi pilihan untuk Presiden disebut melalui proses pemeriksaan ketat, mulai dari pengecekan kesehatan, penimbangan bobot, hingga pengambilan sampel darah sebelum dikirim," kata Luthfi.


Meski bisnis peternakan terus berkembang, Babeh Luthfi tetap memegang prinsip sederhana. Baginya, usaha ternak bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga ikhtiar dan menjaga kepercayaan pelanggan.


​​​​​​​“Kalau jualan begini harus istikamah. Rezeki mah sudah ada yang ngatur, kita tinggal ikhtiar saja,” pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang