HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal
NU Online · Selasa, 13 Januari 2015 | 15:01 WIB
Pacitan, NU Online
Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia atau HIPSI menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Wirausaha Pesantren di Aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur pada Senin (12/1) siang.
<>
KH Luqman Harist Dimyati dalam sambutanya merasa bangga dengan adanya diklat untuk pertama kalinya ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa angin segar bagi kebangkitan ekonomi pesantren.
"Pondok pesantren harus kaya, harus mandiri, agar tidak mengharapkan bantuan dari luar atau mengajukan proposal kepada pemerintah," ungkap kyai muda yang tercatat sebagai wakil ketua PWNU Jawa Timur ini.
Ia berharap setelah adanya Diklat wirausaha ini akan muncul ide baru dan kegiatan lain yang mendorong pesantren untuk aktif mengembangkan program ekonomi yang berbasis pesantren.
Sementara itu Ketua Umum HIPSI KH Muhammad Ghozali memaparkan visi dan misi organisasi yang dipimpinya. HIPSI, menurut dia, adalah wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri dan alumni yang mandiri, mensinergikan kekuatan ekonomi santri Indonesia, menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan umat.
“Target kita mencetak 1 juta santri pengusaha pada tahun 2022,” kata Kiai Ghozali. Melalui HIPSI, kata dia, para santri akan dididik dan dilatih beberapa keahlian diantaranya usaha agro, IT, internet marketing, kuliner, dll.
Diklat diisi beberapa pemateri diantaranya Sulaiman, pengusaha kertas bekas dari Jombang. Mahrus Sokihin, tokoh lingkungan peraih penghargaan Kalpataru dari Pasuruan. Eko, pengusaha singkong dari Temanggung. Dan Arifin pengusaha muda dari Surabaya.
Diklat digelar atas kerja sama Robithah Ma'ahid Islamiyah (RMI-NU) Pacitan dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Pacitan tersebut diikuti 80 Peserta. Mereka terdiri dari para kiai, santri perwakilan pondok pesantren sekabupaten dan beberapa badan otonom NU seperti GP Ansor, Fatayat,IPNU, IPPNU serta PMII. Hadir pula pimpinan bank Mandiri,bank BNI, Dinas Koperasi dan Kementerian Agama Pacitan. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
Terkini
Lihat Semua