Hujan Kembali Turun, Warga Pesisir Maros Berharap Empang dan Persediaan Air Pulih
NU Online · Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Anak-anak pesisir Maros bergembira dan turun empang mandi-mandi saat turun hujan setelah berbulan-bulan dilanda kekeringan, Selasa (27/10/2026). (Dok. Warga)
Sahyul Pahmi
Kontributor
Maros, NU Online
Hujan yang kembali turun setelah berbulan-bulan kekeringan membawa kelegaan bagi warga pesisir Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Selain memberi harapan bagi pemulihan empang yang kekurangan air, hujan juga membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga tanpa harus terus-menerus membeli air.
Bagi warga yang menggantungkan penghidupan pada tambak atau empang, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kekeringan berkepanjangan membuat pengisian empang terkendala, sementara kebutuhan air bersih rumah tangga tetap harus dipenuhi.
Baca Juga
Ini Doa Istisqa atau Minta Turun Hujan
Kasri, petani tambak, mengungkapkan rasa syukurnya karena hujan akhirnya kembali turun setelah warga menanti selama berbulan-bulan. Air hujan yang turun memberinya harapan agar empang dapat kembali terisi dan dimanfaatkan.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt, akhirnya hujan turun juga. Empang kami bisa kembali terisi,” tuturnya, Selasa (27/10/2026).
Bagi Kasri, hujan bukan sekadar perubahan cuaca, melainkan harapan bagi keberlangsungan usaha tambak yang membutuhkan pasokan air. Ketersediaan air menjadi salah satu penentu bagi warga pesisir untuk mempertahankan mata pencaharian mereka.
Manfaat hujan juga dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Nurhaeda menuturkan bahwa turunnya hujan membuat warga dapat menampung air untuk keperluan rumah tangga, sehingga pengeluaran untuk membeli air bersih bisa dikurangi.
“Alhamdulillah, sekarang air hujan bisa kami tampung untuk kebutuhan sehari-hari, jadi tidak perlu membeli air lagi,” kata ibu rumah tangga itu.
Pengalaman warga tersebut menunjukkan bahwa kekeringan tidak hanya berdampak pada kegiatan ekonomi, tetapi juga menambah beban pengeluaran rumah tangga. Ketika sumber air sulit diperoleh, warga harus mengalokasikan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Kembalinya hujan menjadi kabar melegakan bagi warga pesisir Maros. Namun, pengalaman menghadapi kekeringan selama berbulan-bulan juga memperlihatkan pentingnya ketersediaan sarana penampungan air dan pengelolaan sumber daya air yang dapat membantu masyarakat menghadapi perubahan cuaca.
Bagi warga, hujan yang turun membawa harapan agar empang kembali terisi dan kebutuhan air bersih lebih mudah dipenuhi. Kelegaan itu sekaligus mengingatkan bahwa air memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan mata pencaharian dan kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir.
Terpopuler
1
Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat
2
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
3
Ini Doa Kiai Said Aqil saat Pelantikan PBNU 2026-2031
4
PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan
5
Gus Ipul Sebut PCNU yang Dikabarkan Kembalikan Uang ke KPK Belum Lapor PBNU
6
Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga
Terkini
Lihat Semua