Nasional

BMKG Prediksi 529 Zona Musim Alami Keterlambatan Hujan, Sebagian Wilayah Baru Basah pada November 2026

NU Online  ·  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

BMKG Prediksi 529 Zona Musim Alami Keterlambatan Hujan, Sebagian Wilayah Baru Basah pada November 2026

Sebaanyak 14,66 persen daerah diperkirakan sudah masuk awal musim hujan pada November 2026 (BMKG)

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Namun, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah diprakirakan mengalami awal musim hujan lebih lambat dari kondisi normal.

 

Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram diakses NU Online, Sabtu (10/10/2026). Berdasarkan prediksi awal musim hujan 2026/2027, sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Sementara itu, 266 ZOM atau 17,31 persen diprediksi baru mengalami awal musim hujan pada Desember 2026.

 

BMKG mencatat, dari total 699 ZOM di Indonesia, sebanyak dua ZOM atau 0,25 persen luas daratan Indonesia telah memasuki musim hujan pada Agustus 2026. Selanjutnya, 32 ZOM atau 5,53 persen diprediksi memasuki musim hujan pada September dan 63 ZOM atau 15,09 persen pada Oktober 2026.

 

Wilayah yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.

 

Pada Desember 2026, musim hujan diprediksi mulai berlangsung di sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.

 

Sementara itu, sebagian wilayah lainnya diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Januari 2027, yakni empat ZOM atau 0,31 persen wilayah; Maret 2027 sebanyak 12 ZOM atau 1,2 persen; dan Mei 2027 sebanyak dua ZOM atau 0,02 persen.

 

BMKG juga memprediksi tiga ZOM atau 0,67 persen wilayah tidak mengalami musim kemarau pada 2026. Adapun satu ZOM atau 0,11 persen wilayah diperkirakan tidak mengalami musim hujan.

 

Mayoritas wilayah mengalami musim hujan normal

Berdasarkan perbandingan dengan kondisi normal, BMKG memperkirakan 26 ZOM atau 2,15 persen wilayah mengalami awal musim hujan sesuai waktu normal. Sementara itu, 11 ZOM atau 1,12 persen wilayah diprediksi mengalami awal musim hujan lebih cepat.

 

Dari sisi sifat musim hujan, sebanyak 510 ZOM atau 69,76 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan musiman kategori normal. Sebanyak 147 ZOM atau 18,55 persen diperkirakan mengalami kondisi atas normal, sedangkan 42 ZOM atau 11,69 persen berada pada kategori bawah normal.

 

Wilayah dengan curah hujan kategori normal mencakup sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian besar Papua.

 

Adapun puncak musim hujan 2026/2027 diprediksi terjadi pada Desember 2026 di 36,94 persen wilayah, Januari 2027 di 25,68 persen wilayah, dan Februari 2027 di 16,79 persen wilayah.

 

Di sisi lain, durasi musim hujan diperkirakan lebih pendek dari kondisi normal di 482 ZOM atau 51,90 persen wilayah. Sebanyak 40 ZOM atau 5,06 persen wilayah diprediksi mengalami musim hujan dengan durasi normal, sedangkan 60 ZOM atau 8,58 persen diperkirakan mengalami musim hujan lebih panjang dari biasanya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang